Korban Arisan Sepeda Motor & Mobil Dirayu Lewat Pengajian
Rabu, 28 Feb 2007 15:50 WIB
Yogyakarta - Penipuan berkedok arisan sepeda motor yang dilakukan Yayasan Al Hasya Raya Mandiri dilakukan dengan berbagai cara. Calon korban biasanya dirayu melalui berbagai forum pengajian.Iming-iming yang diberikan oleh Rahmadi Heri Setyanto, bos Al Hasya Mandiri, antara lain dengan menjanjikan kredit kendaraan bermotor yang murah dengan bunga rendah. Dia juga menjajikan uang muka pembayaran kredit akan dikembalikan utuh setahun kemudian."Saya beri dia Rp 4,5 juta untuk kredit sepeda motor merek Honda Supra X. Janjinya setahun kemudian, uang saya itu akan dikembalikan utuh dan cicilan kredit murah," kata Maryanto, warga Godean Sleman, di kediaman Heru, Kampung Waru Lor TR II/226, Yogyakarta, Rabu (28/2/2007).Namun janji itu tidak pernah ditepati oleh Heru. Sebaliknya, uang cicilan sepeda motornya selama 5 bulan tidak diserahkan Heru ke perusahaan leasing. Akibatnya, sepeda motornya terancam ditarik dealer."Sebulan saya bayar cicilan Rp 471 ribu," kata Maryanto.Maryanto menjelaskan, ketertarikannya ikut menjadi nasabah Al Hasya Raya Mandiri berawal dari sebuah pengajian yang diikutinya. Dia tergiur dengan janji-janji yang diucapkan Heru."Jika kita bisa mengajak orang lain menjadi nasabah kredit Al Hasya, kita akan diberikan bonus sekitar Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu," ujar Maryanto.Maryanto mengaku sangat kecewa dengan kenyataan yang dihadapinya. Namun dia mengaku tidak dapat berbuat banyak. Dia hanya berharap Heru segera muncul dan mengembalikan uang cicilan sepeda motornya."Saya juga akan langsung ke perusahaan leasingnya untuk membayar tunggakan tersebut. Habis kalau tidak, motor saya ditarik," ujar Maryanto.
(djo/sss)











































