6 Hari Nginap di Pelabuhan, Berharap Jasad Si Sulung Ketemu
Rabu, 28 Feb 2007 14:33 WIB
Jakarta -
Hajad Sudrajad (39) termasuk salah satu keluarga korban KM Levina I yang masih bertahan di Pelabuhan Terminal Tanjung Priok. Impiannya tidak muluk-muluk, hanya bisa melihat jasad anak sulungnya buat dia sudah cukup.Warga Desa Karang Mekar, Cimahi, Jawa Barat itu menantikan kabar Lukman Hakim (13) yang hingga kini belum diketahui rimbanya. Dia sengaja memboyong seluruh keluarganya di Tanjung Priok.Di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, mereka membuat lapak darurat. Hajad berniat terus menunggu kabar tentang Lukman.Untuk mengaso, Hajad menggelar tikar coklat dan pakaian ganti yang disulap jadi alas tidur."Kami di sini teraniaya, kami sudah kehilangan putra kami. Kami akan terus menunggu sampai ada kabar yang pasti," ujar Hajad saat ditemui detikcom di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (28/2/2007).Hajad mengaku bersama istrinya, Maisal Herawati (35), harus bergantian mencari kabar tentang anak sulungnya itu di rumah sakit rujukan, seperti RSCM dan RS Port Medical Center dengan transportasi ojek atau taksi, sehingga mereka harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit."Uang sudah habis buat makan, buat ke rumah sakit. Bahkan buat ke wartel. Apalagi pihak Levina tidak stand by di sini. Jadi kami mau mengharapkan bantuan siapa," ketusnya.Selain menanti informasi dari posko yang letaknya tidak jauh dengan 'posko'-nya, Hajad yang juga ditemani sejumlah kerabat dan dua anaknya, Arif (9) dan Yunus (2), memantau perkembangan Levina dari televisi.Lukman, menurut Hajad, ke Bangka mengikuti pamannya bersama rombongan dari Cimahi lainnya. Paman Lukman, Imam Sofian (35) ditemukan tewas dalam peristiwa terbakarnya Levina pada 22 Februari."Kita berharap pencarian terus dilakukan. Kita sudah menunggu lama di sini, kalau bisa sampai ada kabar, biar kita tidak penasaran. Kita sih sudah pasrah dengan nasib Lukman, tapi setidaknya kami bisa melihat jasadnya," kata Hajad dengan raut wajah sedih.
(umi/sss)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































