Rano Layak Diperhitungkan Jadi Cagub

Rano Layak Diperhitungkan Jadi Cagub

- detikNews
Rabu, 28 Feb 2007 01:28 WIB
Jakarta - Ditengah masih misteriusnya 'jagoan' PDIP dalam pilkada provinsi DKI Jakarta 2007, nama artis Rano Karno malah semakin populer. Selain Fauzi Bowo, Sarwono Kusumatmadja dan Bibit Waluyo yang dicalonkan menjadi cagub, Rano malah kian santer diisukan layak jadi orang nomor satu di DKI."Rano Karno layak diperhitungkan untuk menjadi cagub dari PDIP," ujar Kepala Badan Infokom DPD PDIP DKI Jakarta Dhia Prekasha Yoedha saat bincang-bincang di sebuah cafe di kawasan Kuningan, jl HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (27/2/2007).Yoedha mencatat ada beberapa keunggulan yang dimiliki oleh Rano Karno sehingga layak sebagai cagub, antara lain kemampuan dirinya mengangkat budaya betawi dari marginalisasi melalui sinetron 'Si doel anak sekolahan'."Rano juga punya leadership dan mampu berkomunikasi dengan kalangan bawah. Jadi tidak sekedar sebagai seorang artis," kata Yoedha.Peluang Rano uplist dari balonwagub jadi cagub, lanjut Yoedha, semakin terbuka. Sebab, menurut dia, SK no 428 dan Intruksi DPP PDIP no 1026 memberi hak kepada DPP PDIP untuk uplist/downlist para balon berdasarkan masukan dan hasil polling."Hasil polling sementara Rano semakin menguat.Meski awalnya dia masuk dalam bursa cawagub," tambah Yoedha.Apakah menguatnya Rano diuntungkan karena faktor melemahnya Foke dan menurunnya popularitas Bibit Waluyo sebagai 'kuda hitam' dalam persaingan cagub di tubuh PDIP? "Saya tidak tahu persis, tapi boleh jadi seperti itu," kilah politisi PDIP ini dengan nada politis.Yoedha mengakui adanya dampak yang diakibatkan banjir Jakarta terhadap menurunnya popularitas Foke dalam bursa internal. Disisi lain, keinginan Foke maju sebagai cagub masih mendapat resistensi yang kuat dari internal PDIP."Ya mau tidak mau Foke harus dipertimbangkan kembali terutama akibat banjir ini. Apalagi resistensi internal terhadap dia dalam rakerdasus kemarin juga tidak bisa diabaikan," imbuh Yoedha.Mengenai kandidat yang lain seperti Sarwono yang sebelumnya diberitakan menguat, Yoedha mengatakan popularitas pakar kelautan dan lingkungan hidup itu pun menurun. "Ada suara-suara sumbang di internal yang mempertanyakan sejauh mana ketidakterlibatan Sarwono ketika menjadi sekjend Golkar dalam praktek-praktek kecurangan politik selama pemilu Orba," ungkap mantan wartawan ini. Jika demikian, lalu siapa yang layak mendampingi Rano seandainya pimpin Jakarta? Yoedha mengungkapkan, salah satu opsi duet yang dimiliki PDIP adalah Rano-Faisal atau Faisal-Rano sebagai simbol generasi baru anak muda. "Apalagi popularitas Faisal di internal semakin bagus sejalan dengan Rano. Faisal sekarang menjadi kuda hitam. Tapi, itu tergantung keputusan pusat," tandasnya. (rmd/ken)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads