Dipukuli Polisi, Pengamen 'Pentas' di DPRD Jateng

Dipukuli Polisi, Pengamen 'Pentas' di DPRD Jateng

- detikNews
Selasa, 27 Feb 2007 14:06 WIB
Semarang - Dalam operasi pekat di Semarang, puluhan pengamen dan pekerja informal terjaring. Tidak terima dengan perlakuan aparat, pengamen menggelar 'pentas' di DPRD Jawa Tengah sebagai ungkapan protes.Para pengamen tergabung dalam Serikat Pengamen Indonesia (SPI) dan didukung sejumlah organisasi mahasiswa dan LSM seperti LMND, SRMK, FNPBI, dan LBH. Dalam pentasnya, mereka membawa peralatan musik lengkap.Diceritakan salah satu pengamen, Sabung, pada 22 Pebruari lalu, Polwiltabes Semarang menggelar opreasi pekat dengan merazia pengamen dan pekerja informal. Sebanyak 45 orang terjaring dalam operasi tersebut. Mereka digelandang ke Mapolwiltabes Semarang."Di Mapolwitabes, sekitar pukul 19.00 WIB kami disuruh makan dan tidur. Namun tengah malam, kami dibangunkan dan ditanya siapa yang merokok. Karena tidak ada yang merasa merokok, kami jawab tidak tahu. Kami langsung dipukuli," kata Sabung di sela-sela pentas di Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (27/2/2007).Sabung menjelaskan, perlakuan itu tak prosedural dan melanggar HAM. Sebab para pengamen tidak melakukan kesalahan apa pun. "Kami berharap Kapolwiltabes minta maaf secara terbuka dan mengusut pemukulan itu," lanjutnya.Dalam pentasnya, para pengamen menyanyikan lagu-lagu yang telah diubah syairnya sehingga isinya menjadi ejekan terhadap perilaku aparat. Karena pentas di dekat pintu samping DPRD, otomatis aksi itu menarik perhatian pegawai di lingkungan setempat. (try/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads