Ibunda Guntur Doakan Putranya Mati Syahid
Selasa, 27 Feb 2007 12:00 WIB
Jakarta - Tugas adalah amanah. Itulah yang dilakoni kamerawan SCTV Muhammad Guntur Syaifullah Salim, hingga tubuhnya tenggelam bersama KM Levina I."Saya hanya berharap insya Allah Guntur itu syahid. Saya dengar dia itu tidak mau melepaskan kameranya. Itu kan tanda dia amanah, bertanggung jawab. Mungkin dia beranggapan gambarnya nanti bisa berguna," kata Siti Khotimah Yasin (76), ibunda Guntur, dengan mata berkaca-kaca.Hal ini disampaikan Siti saat berbincang-bincang dengan detikcom di Rusun Klender, Blok 44, RT 02 RW 01 No 6, Jakarta Timur, Selasa (27/2/2007).Perempuan yang baru tiba dari Lampung pukul 02.00 WIB ini mengaku terakhir bertemu putra keduanya pada Desember 2006."Pas itu saya terkejut, tiba-tiba rumahnya bertambah luas. Rumahmu tambah luas, iya ini buat kamar Ibu kalau main ke sini. Ada TV-nya segala loh," ujar Siti menirukan ucapan Guntur kala itu.Siti menceritakan Guntur pencinta seni. "Senang main gitar. Dia pernah bercita-cita mau bikin lagu Islami bernuansa modern. Tetapi kok sekarang begini," tuturnya lirih.Menurut dia, nama Guntur diberikan karena saat mau melahirkan, putranya disambut geledek yang bersahutan."Saat mau diantar ke RS Santa Maria Metro di Lampung disambut geledek. Setiba di RS lahirnya sukar, dan setelah lahir, Bapaknya memberi nama Guntur," kata Siti mengenang.
(aan/sss)











































