Kenang Suherman, Wartawan Tabur Bunga di Pantai Losari
Senin, 26 Feb 2007 16:22 WIB
Makassar - Kematian Suherman, kamerawan Lativi, saat meliput musibah tenggelamnya Levina I, membuat wartawan di Indonesia berduka. Di Makassar, sekitar 50 wartawan menggelar acara tabur bunga di anjungan Pantai Losari, Senin (26/2/2007). Acara tabur bunga ini diawali dengan doa bersama. Sambil menghadap ke pantai, para kuli disket ini memakai pita hitam sebagai simbol duka yang mendalam atas kematian Suherman, saat menjalankan tugas liputannya. "Yang terjadi pada Suherman bisa juga terjadi pada kita semua. Yang jelas, dia meninggal saat menjalankan tugas suci," ujar Suparno, salah seorang wartawan Makassar sebelum doa bersama dimulai. Doa lalu dipimpin oleh Ustad Da'ad Latif, salah seorang ustad muda di Makassar. Saat berdoa, para kameramen meletakkan kameranya di tengah-tengah wartawan yang membentuk lingkaran. Kamera disandingkan dengan dua kantong bunga tabur. Doa pun berlangsung khidmat. Sejumlah wartawan menundukkan kepala, sambil menahan haru. "Doa ini adalah doa untuk keselamatan kita semua saat liputan," tutur Risal Ramda, kameramen SCTV. Matanya nampak berkaca-kaca. Usai berdoa, wartawan pun menuju tepi pantai, dan melakukan tabur bunga. Di acara ini, pun sejumlah wartawan menuntut agar peristiwa ini, menjadi pelajaran bagi perusahaan media saat menugaskan wartawannya. "Tiap media harusnya menyiapkan alat-alat keselamatan, bagi wartawannya yang ingin turun lapangan. Misalnya, ada liputan kapal tenggelam. Perusahaan harus membekali jurnalisnya dengan pelampung dan sebagainya," pinta Suparno.
(gun/nrl)











































