Keluarga Terus Berdatangan ke RSCM Cari Korban Levina
Senin, 26 Feb 2007 13:54 WIB
Jakarta - Hingga pukul 13.20 WIB, Senin (26/2/2007), keluarga korban terbakarnya KM Levina I masih mencari-cari anggota keluarganya di kamar mayat RSCM. Mereka datang dari berbagai daerah.Keluarga korban yang terakhir datang, rombongan dari Bangkalan, Madura.Mereka mencari keponakannya bernama Rudi (23) yang hingga kini belum ketemu.Kepada wartawan, paman Rudi, Roni, mengaku sebelum ke RSCM, bersama 5 kerabatnya yang lain sempat ke Pelabuhan Tanjung Priok. Namun di sana, mereka dianjurkan ke RSCM untuk melihat korban-korban yang sudah ditemukan.Ketika rombongan ini tiba di kamar mayat RSCM, mereka langsung diperlihatkan tiga mayat yang terbujur kaku. Ketiga mayat itu hingga kini belum teridentifikasi."Bukan, itu bukan Rudi keponakan saya," ujar Roni saat melihat ketiga mayat yang diperkirakan berusia 23 tahun, 25 tahun dan 30 tahun."Sewaktu di Tanjung Priok, kita diberitahu ada korban meninggal namanya Rudi, tapi umurnya 38 tahun," katanya.Petugas RSCM juga menginformasikan sehari sebelumnya ada korban bernama Rudi yang juga berumur 23 tahun, namun sudah diambil keluarganya."Kalau sudah diambil berarti itu bukan Rudi ponakan saya," cetusnya dengan logat Madura yang kental.Rudi, kata Roni, bekerja sebagai pedagang di Pulau Bangka. Dia memang sering mondar-mandir Jawa-Bangka. Kali ini, dia menuju Pulau Bangka bersama dengan 17 rekannya yang lain dan satu anak berusia 4 tahun.Dari pengakuan temannya, tutur Roni, saat kejadian, Rudi sempat diajak menceburkan diri ke laut, tapi tidak mau. Dia beralasan masih akan mengambil barang di kapal. Rudi bersikukuh tetap masuk ke badan kapal.Di Bangkalan, kata Roni, keluarga Rudi terus meratapi nasib sulung dari dua bersaudara itu. Mereka terus menangis memikirkan nasib Rudi. "Ya bahkan kita sudah bikin tahlilan," katanya.Roni mengaku akan terus bertahan di Jakarta sampai ada kejelasan tentang nasib keponakannya itu.Dari 42 korban meninggal KM Levina I, hingga kini masih ada 4 mayat yang belum diambil keluarganya. Tiga mayat belum teridentifikasi dan satu mayat diidentifikasikan atas nama Hendro Subekti (21) asal Trenggalek.
(umi/sss)











































