AdamAir Disomasi Penumpangnya
Senin, 26 Feb 2007 13:15 WIB
Surabaya - Penumpang AdamAir yang mengalami musibah di Bandara Juanda Surabaya pada 21 Februari 2007 mengajukan somasi ke manajemen AdamAir. Jika dalam seminggu somasi itu tidak diindahkan, mereka mengancam menuntut secara hukum."Kita minta permintaan maaf dari manajemen. Selain itu kita juga kecewa terhadap AdamAir yang menganggap tidak ada kejadian apa pun dalam peristiwa tersebut," kata salah satu penumpang AdamAir, Mufti Mubarak.Hal itu disampaikan Mufti dalam jumpa pers di Hotel Sahid, Jalan Gubeng, Surabaya, Senin (26/2/2007).Mufti menjelaskan, sampai saat ini manajemen AdamAir tidak pernah memberikan penjelasan resmi tentang kejadian tesebut. Padahal seharusnya AdamAir bersifat terbuka atas kasus tersebut.Penumpang juga berencana akan mengajukan tuntutan hukum jika dalam waktu seminggu somasi itu tidak dipenuhi."Banyak penumpang yang mengalami luka dan kehilangan barang berharga," katanya.Ketika ditanya mengenai berapa besar tuntutan yang akan diajukan kalau kasus ini ke pengadilan, Mufti menjelaskan, jumlahnya berkisar antara Rp 500 juta sampai Rp 2 miliar.Rencananya siang ini salah seorang penumpang AdamAir, Oktawadi, akan menyampaikan somasi terebut ke manajemen AdamAir.Pesawat AdamAir KI 172 jurusan Jakarta-Surabaya celaka saat mendarat di Bandara Juanda pada 21 Februari silam. Pesawat itu mengalami hard landing karena tekanan angin. Pesawat tersebut melengkung dan disimpan di hanggar Merpati di Juanda.
(nal/nrl)











































