Ledakan di Langit Flores Diduga Kuat Pecahan Satelit Rusia
Senin, 26 Feb 2007 08:49 WIB
Jakarta - Polisi telah menghentikan penyelidikan terdengarnya ledakan di langit Flores pada Jumat 23 Februari pukul 07.30 Wita. Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menduga kuat ledakan itu bersumber dari pecahan satelit."Kuat dugaan objek yang jatuh adalah pecahan satelit OKEAN 3 milik Rusia yang orbitnya melintasi Flores pukul 07.18 pada ketinggian yang dikategorikan dalam proses jatuh," beber Peneliti Utama Astronomi-Astrofisika LAPAN Bandung Dr. Thomas Djamaluddin pada detikcom lewat e-mail, Senin (26/2/2007).Berikut penjelasan rinci Dr Thomas Djamaluddin:Terkait dengan ledakan di Flores pada Jumat 23 Februari pukul 07.30 di langit yang disaksikan pada area yang luas biasanya ada dua kemungkinan objek: meteor atau sampah antariksa berupa pecahan roket, bangkai satelit, atau pecahan satelit yang jatuh. Ketika memasuki udara yang lebih padat pada ketinggian sekitar 70 - 110 km objek tersebut bisa terbakar dan kadang menimbulkan suara ledakan. Bila ukurannya cukup besar, ketika menumbuk tanah dapat juga menimbulkan getaran. Berdasarkan analisis objek antariksa yang jatuh sekitar tanggal tersebut, kuat dugaan objek yang jatuh adalah pecahan satelit OKEAN 3 milik Rusia yang orbitnya melintasi Flores pukul 07.18 pada ketinggian yang dikategorikan dalam proses jatuh. Pecahan satelit tersebut ukurannya sebenarnya kecil, sekitar kepalan tangan. Objek tersebut tidak mengandung radiasi karena berasal dari satelit penginderaan jauh biasa.Peristiwa serupa terjadi di Bengkulu 13 Oktober 2003 dari pecahan roket. Dalam kasus ini objeknya ditemukan berupa lempengan logam berukuran sekitar 60 x 60 cm persegi. LAPAN dapat mengidentifikasi asal-usul objeknya dari analisis orbit benda jatuh.
(nrl/mly)











































