Korban Lumpur Berniat Blokir Jalan Sampai Tuntutan Dikabulkan
Jumat, 23 Feb 2007 00:02 WIB
Surabaya - Akses keluar masuk Surabaya bakal lumpuh. Sebab, korban lumpur Lapindo bertekad memblokir Bundaran Waru, tepat di mulut Jl A Yani hingga tuntutan mereka dipenuhi."Kami semua tetap memblokir jalan hingga Lapindo memenuhi tuntutan warga. Kita akan berjuangan hingga titik darah penghabisan," kata Ny Wahyu, warga perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (TAS) I, Jumat (23/2/2007) dini hari. Bagi Ny Wahyu, pemblokiran jalan itu merupakan perjuangan paling akhir.Jika saja tekad mereka itu benar-benar terwujud, hampir bisa dipastikan, begitu matahari terbit besok, keriuhan bakal terjadi. Ribuan orang yang akan memasuki Surabaya dari arah Sidoarjo maupun Mojokerto dan sebaliknya, bisa dipastikan akan terhadang pemblokiran itu.Pada Kamis (22/2/2007) malam saja, kemacetan akibat pemblokiran itu sudah tidak terbayangkan. Kemacetan menggila di sepanjang A Yani. Sedangkan di tol sudah mencapai 10 Km.Tidak hanya Bundaran HI yang akan diblokir, tapi juga exit tol Porong, rek kereta api, dan juga tol Sidoarjo akan diblokir. Bahkan, Jumat (23/2/2007) pukul 08.00 WIB, warga lainnya akan menduduki pendopo Kabupaten Sidoarjo.Mengapa mereka nekat memblokir? Menurut Ny Wahyu, pemblokiran itu dilakukan lantaran sikap pemerintah yang terkesan tidak serius menekan Lapindo untuk memberikan hak-hak warga Perum TAS I. "Pemerintah jangan diam saja. Bantu kami untuk mendapatkan ganti rugi. Selama ini kami semua bingung, harta benda ludes, kemana kami harus mengadu," kata Ny Wahyu sambil menangis sesenggukan. Selain Ny Wahyu, Achmad juga menyatakan, aksi turun ke jalan tidak perlu terjadi jika Lapindo memperhatikan warga Perum TAS yang juga terkena luapan lumpur. "Kita juga tidak ingin kepentingan umum lain terganggu gara-gara aksi ini. Tetapi bagaimana lagi, siapa yang akan memperhatikan kita ini," tegas Achmad.
(gik/ken)











































