Pintu Masuk Surabaya Diblokir Korban Lumpur Lapindo
Kamis, 22 Feb 2007 22:25 WIB
Surabaya -
Tidak puas dengan tawaran resetlement (Relokasi massal) Lapindo, sekitar 100 orang warga Perum TAS I Sidoarjo nekad memblokir akses pintu masuk Kota Surabaya di Bundaran Waru, Kamis (22/2/2007) pukul 20.00 WIB. Hingga pukul 22.25 WIB, pemblokiran masih berlangsung.Akibatnya kemacetan total tak bisa dihindari. Dari arah Surabaya menuju Waru, sepanjang Jl A Yani, macet hingga 3 kilometer. Bundaran Waru merupakan gerbang masuk maupun keluar Surabaya untuk menuju Sidoarjo maupun Mojokerto.Untuk mencairkan kemacetan, polisi mengalihkan ke jalur-jalur alternatif. Kendaraan dari Surabaya yang akan ke luar kota dialihkan ke jalan kawasan Menanggal. Begitupula yang dari Waru ke Surabaya secara bergiliran dikawal menembus sela-sela warga korban lumpur.Ratusan warga itu bergerak ke Waru dengan mengendarai motor dari Pemkab Sidoarjo. Mereka kecewa ketika Lapindo Brantas menolak membeli lahan dan bangunan di Perum TAS I yang terkena lumpur. Sebaliknya Lapindo menawarkan resetlelment atau relokasi massal ke lokasi yang disediakan.Selama dalam perjalanan, iring-iringan motor korban lumpur ini menjadi pusat perhatian. Karena sesekali mereka menghentikan kendaraannya dan meraung-raungkan suara knalpotnya. Selanjutnya mereka menuju ke Bundaran Waru yang jaraknya dengan Pemkab Sidoarjo berkisar 10 kilometer. Warga pun lantas memarkir motornya di tengah ruas jalan yang menjadi pintu gerbang Surabaya dari Sidoarjo dan Mojokerto ini.Untuk mencegah adanya aksi anarkis, aparat kepolisian siaga penuh. Satu unit kendaraan taktis water canon milik Brimob Polda Jatim terlihat stanby.
(gik/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































