Zat Kimia Berbahaya Diduga Picu Kebakaran Levina I
Kamis, 22 Feb 2007 19:05 WIB
Jakarta -
Kebakaran yang terjadi di KM Levina I diduga berasal dari truk yang membawa zat berbahaya. Masih diteliti kenapa zat tersebut bisa lolos.Hal itu disampaikan Direktur Pelayaran dan Perhubungan Laut Dephub Bobby R Mamahit di Pelabuhan I Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (22/2/2007).Hasil pemeriksaan sementara terhadap Mualim 1, Mualim 2, juru mudi dan mesin, dalam pemeriksaan yang berbeda, kata Bobby, didapat informasi, api datang dari sebuah truk Colt diesel yang berada di dek bawah deretan ke 6."Dalam mobil itu diduga tersimpan zat berbahaya. Hal itu dibuktikan ketika para ABK hendak memadamkan api, dan menyemprotkan air, api malah membesar," ungkap Bobby.Meski begitu, pihaknya masih meneliti kenapa zat berbahaya bisa masuk ke dalam kapal. "Karena sebetulnya ada 9 jenis barang-barang yang tidak boleh masuk ke kapal, antara lain barang yang mudah meledak, barang yang mengandung racun," tuturnya.Sementara Kunto Prayogo, ketua tim KNKT yang menyelidiki kasus ini, mengaku belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran."Sampai saat ini kita masih tahap pemeriksaan saksi-saksi. Saksi akan dimintai keterangan besok, karena sekarang masih dalam kondisi trauma," ujar Kunto.Kunto juga mengatakan, sejauh ini informasi yang diperoleh KNKT tidak jauh berbeda dengan Dephub bahwa api berasal dari dek paling bawah atau dek mobil."Tapi kita butuh melakukan cek ke kapal tersebut. Tapi kapal kan masih butuh didinginkan," kata Kunto.KM Levina I mengangkut 307 orang. Dalam musibah itu 16 orang meninggal dan sebanyak 211 penumpang berhasil selamat dan dievakuasi ke pelabuhan Tanjung Priok.Sementara yang berhasil selamat dan dievakusi ke Pulau Kelapa ada 63 orang dan 7 meninggal dunia. "Jadi total penumpang selamat 274 orang dan hilang 17 orang," ujar Bobby.
(umi/nrl)










































