Yusril Pernah Bertemu Tersangka Korupsi Sidik Jari
Kamis, 22 Feb 2007 16:09 WIB
Jakarta - Yusril Ihza Mahendra mengaku pernah bertemu Eman Rahman. Tapi ia membantah dekat dengan Dirut PT Sentra Fillindo yang kini berstatus tersangka kasus dugaan korupsi proyek alat identifikasi sidik jari (AFIS) itu. Ia juga mengaku tidak tahu, apakah benar Eman Rahman merupakan seorang kader PBB (Partai Bintang Bulan d/h Partai Bulan Bintang) atau bukan. "Saya hanya ketemu (Eman) sekali, dan sudah itu selesai. Orang kenal, kan orang lain juga bisa kenal. Tak bisa dijadikan patokan (ada KKN)," kata Yusril, Kamis (22/2/2007). Hal tersebut ia sampaikan menjawab wartawan yang mencegatnya usai ikuti upacara penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang RI Adipradana oleh Kepala Negara ke PM Malaysia, Abdullah Badawi, di Istana Merdeka, Jakarta. Mantan Menkum HAM itu membantah saat dirinya menyetujui penunjukan langsung pengadaan alat indentisikasi sidik jari, nama PT Sentra Fillindo tercantum di dalamnya. Surat yang ia teken pada 18 Oktober 2004 itu adalah izin prinsip, bukan penunjukan pelaksana proyek. "Sama seperti surat KPK (permohonan izin pada Presiden SBY untuk penunjukan langsung pemasok alat penyadap telepon selular) itu tidak ada nama perusahaan," sambung Yusril. Baik sebagai Mensesneg maupun pribadi, Yusril menegaskan dukungannya pada KPK menyelidiki proyek Depkum HAM yang menurut audit BPK diduga rugikan negara sampai Rp 6 miliar itu. Ia siap memberikan keterangan tambahan kapan saja KPK memanggilnya. "Saya mendukung dan siap datang sebagai saksi. Andai masih perlu keterangan tambahan, saya siap datang. Saya tidak pernah ragu diperiksa," tandasnya.
(lh/nrl)











































