SBY Minta Pak Lah Tingkatkan Kerjasama TKI
Kamis, 22 Feb 2007 15:09 WIB
Jakarta - Hubungan bilateral RI-Malaysia telah berlangsung 50 tahun. Namun masih saja masalah kerja sama dalam bidang ketenagakerjaan dan perbatasan menjadi ganjalan antara dua negara. Pemerintah RI pun berharap agar kerja sama dengan Malaysia di bidang tenaga kerja dan perbatasan yang sudah terjalin selama ini, dapat terus ditingkatkan pada masa-masa yang akan datang. "Kami ingin meningkatkan kerja sama lebih erat di bidang tenaga kerja dan perbatasan. Saya yakin banyak isu bilateral yang belum tuntas, akan dapat diselesaikan dengan penuh persahabatan," kata Presiden Susilo B. Yudhoyono (SBY). Harapan di atas ia sampaikan dalam pidato sambutannya dalam upacara kenegaraan penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Republik Indonesia Adipradana kepada PM Malaysia, Abdullah Badawi, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/2/2007). Presiden SBY menyampaikan terimakasih atas kesediaan pemerintah Malaysia menerima TKI untuk ikut andil dalam pembangunan negara jiran tersebut. Sejauh ini sudah banyak kemajuan siginifikan kerjasama di bidang ini. Seperti langkah Pemerintah Malaysia menerbitkan sejumlah aturan hukum untuk memberi perlindungan hukum pada TKI. Tidak ketinggalan juga disinggung kebijakan membuka akses pendidikan bagi 34 ribu anak TKI pekerja perkebunan di pedalaman Malaysia. "Pemerintah membantu mendirikan fasilitas gedung sekolah, dan kita mengirimkan 500 sampai seribu orang tenaga pengajarnya," ujar Presiden. Atas permintaan peningkatan kerjasama ini, PM Abdullah Badawi tidak memberikan jawaban spesifik. Dia hanya mengatakan bahwa kerja sama bilateral RI-Malaysia di segala bidang, masih dapat diperluas cakupannya dan ditingkatkan nilainya. "Kerja sama yang terjalin selama ini, masih dapat diperluas dan ditingkatkan lagi," ujar Badawi dalam sesi keterangan pers.
(lh/nrl)











































