Isi Surat Ba'asyir kepada SBY

Isi Surat Ba'asyir kepada SBY

- detikNews
Kamis, 22 Feb 2007 12:11 WIB
Jakarta - Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Bakar Ba'asyir menyerahkan surat peringatan (tadzkirah) kepada Presiden SBY. Surat itu diberikan setelah Ba'asyir gagal masuk Istana Merdeka pada Kamis (22/2/2007) pukul 11.30 WIB.Surat itu antara lain berbunyi, kalau presiden muslim dan mengurus negara yang mayoritas muslim kalau tanpa syariat, Islamnya batal. Kecuali sudah berusaha tapi belum mampu.Pemimpin Ponpes Ngeruki ini juga menilai, pemimpin Indonesia saat ini telah salah dalam mengurus negara. "Ada kesalahan fatal jika mengurus negara tanpa hukum Allah. Yang menderita nanti rakyat semua," ungkapnya.Ba'asyir meminta kepada Presiden SBY untuk menerapkan syariat Islam. "Presiden sebagai muslim wajib mengikuti syariat. Surat ini atas nama 9 ulama," ujar Ba'asyir yang saat itu memakai kopiah putih dan berbaju muslim warna putih.Selain memberikan surat, Ba'asyir juga memberikan sebuah buku. Buku itu berjudul Musa vs Fir'aun. Buku itu karangan Salahuddin Abu Arafah dan kata pengantarnya oleh Ba'asyir."Tolong presiden baca (buku) ini. Sekarang itu sudah ada Fir'aun baru, namanya Amerika Serikat," ujar Ba'asyir yang mengalungkan sorban putih di lehernya.Akhirnya surat yang ditaruh di map plastik bening berwarna pink itu diserahkan kepada salah satu staf istana bersama dengan buku tersebut. Usai menyerahkan surat dan buku, Ba'asyir dan rombongannya pun meninggalkan Istana Merdeka. Kecewa nggak tidak diterima? "Tentu saja kita sangat kecewa. Tapi kita sudah menyampaikan niat kita," kata pria berjenggot ini sebelum meninggalkan Istana. (mar/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads