Ba'asyir ke Istana Presiden Tuntut Syariat Islam
Kamis, 22 Feb 2007 10:45 WIB
Jakarta -
Resah dengan kondisi bangsa yang kerap dilanda musibah, Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Bakar Ba'asyir menawarkan syariat islam sebagai salah satu solusi. Demi tercapainya tujuan itu, dia mendatangi Istana Presiden."Kami ke sini bersama 30-an orang, tapi belum bisa masuk ke Istana. Kami masih menunggu di luar. Belum diizinkan masuk," kata Ketua MMI Fauzan Al Ansori ketika dihubungi detikcom, Kamis (22/2/2007) pukul 10.30 WIB.Fauzan mengatakan, sudah mengirim surat ke Sekretariat Negara tanggal 19 Februari lalu tapi tidak mendapat tanggapan. "Kita sekarang ke sini untung-untungan aja, pihak penerima tamu di Istana belum mendapat tembusannya dari Setneg," tambahnya.Fauzan menyatakan, dia bersama Ba'asyir dan kawan-kawan akan mendesak Presiden SBY untuk mengeluarkan dekrit pemberlakuan syariat Islam di Indonesia. Teknisnya, Presiden bisa membentuk Mahkamah Syariat."Seperti Mahkamah Konstitusi, anggotanya ulama yang tugasnya membantu Presiden," ujarnya.
(gah/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































