Takut Gempa Susulan Warga 3 Desa Siaga di Pantai
Kamis, 22 Feb 2007 00:50 WIB
Ambon -
Meski seluruh warga 3 Desa di Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, mulai kembali ke rumah masing-masing, sejumlah warga bersiaga di pantai khawatir terjadi gempa susulan."Semua warga sudah balik lagi ke rumah. Hanya saja, beberapa warga masih siaga di pesisir pantai sejak pukul 18.00 wit tadi," ungkap Joseph Renleuw warga Desa Amadongan kepada detikcom, Kamis (22/2/2007) .Sementara kepanikan warga di Labuha yang merupakan pusat Kesultanan Bacan, mulai reda. Semua warga mulai kembali ke rumahnya. "Lokasi pengungsian di Gunung Borero sudah sepi. Tak ada lagi pengungsi. Semua sudah di rumah, sejak pukul 22.00 WIT. Baik anak-anak maupun orang dewasa," imbuh Josep warga Desa Labuha.Warga Desa Amasing, Ny. Rati Kamarullah (49), mengaku masih trauma dengan gempa berkekuatan 6,6 SR yang terjadi Rabu kemarin."Goyangannya sangat kuat. Terus malam hari ada lagi gempa. Makanya lebih baik kami selamatkan diri ke gunung," ujar Ny Rati.Saat mengungsi bersama suami, Ny Rati membawa lima anaknya dan surat-surat penting lainnya. "Saya bawa ijazah, akta kelahiran dan surat-surat tanah,"ungkapnya. Walaupun sudah kembali ke rumah, dia bersama suami dan anak-anaknya masih belum bisa beristirahat. "Kami takut kalau-kalau ada gempa lagi," katanya.Gampa yang menggoncang Maluku Utara, terjadi sejak, Selasa kemarin. Terhitung pukul 17.00 wit, sudah lima kali gempa. Sementara sejak bulan Februari, gempa yang cukup kuat dan dirasakan warga sudah 11 kali. "Kalau yang sangat terasa, ada 11 kali gempa. Yang paling kuat, Selasa (21/2) sore," ujar Joseph. Dari data BMG Ambon, sudah 16 kali gempa sejak Selasa kemarin. Gempa terakhir terjadi pukul, 19.47.49 WIT, dengan kekuatan 4,8 SR berlokasi 80 kilometer Barat Daya kota Ternate.
(han/bal)










































