Gempa Maluku Utara, Warga Masih Mengungsi di Dataran Tinggi

Gempa Maluku Utara, Warga Masih Mengungsi di Dataran Tinggi

- detikNews
Rabu, 21 Feb 2007 22:00 WIB
Ambon - Gempa yang terjadi di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara masih menyisahkan trauma bagi warga tiga desa di Kecamatan Bacan. Warga desa Amasing, desa Labuha dan desa Mandoang, memilih mencari aman di dataran tinggi, Gunung Sibela dan Gunung Borero."Tiga desa ini berada di dataran rendah. Sebagian warga masih memilih aman di lokasi yang tinggi," ungkap Joseph Renleuw, warga desa Labuha kepada detikcom, Rabu (21/2/2007).Menurut Joseph, kemarin malam warga yang mengungsi sebagian besar mendiami pesisir pantai ketiga desa tersebut. Sebagian warga, kata Joseph, sebenarnya sudah berkemas untuk kembali ke rumahnya masing-masing, namun dua kali gempa pada pukul 11.20 dan 13.45 WIT, Rabu siang tadi, membuat warga kembali panik dan tetap memilih tinggal di daerah dataran tinggi. "Sebagian warga tadinya sudah kembali, namun dua kali gempa siang tadi, membuat mereka kembali ke dataran tinggi," ujar Joseph.Joseph juga membantah pemberitaan salah satu stasiun TV nasional, yang menyatakan gempa 6,6 pada skala richter menyebabkan air laut naik tiga meter. "Itu tidak benar. Kalau air naik tiga meter, otomatis tiga desa yang berada di pesisir pantai sudah ditenggelamkan air laut. Tak ada air naik," bantah Joseph.Dikatakan dia, biasanya di Labuha pada Februari, air memang pasang. "Sebelum gempa air memang sudah pasang. Jadi air pasang bukan karena gempa," kata Joseph.Terkait sikap pemerintah daerah Halmahera Selatan yang mengevakuasi warga Labuha dan diberitakan TV nasional tersebut, juga dibantah Joseph. "Tidak ada warga yang dievakuasi Pemda. Yang ada warga memilih berlarian ke daerah dataran tinggi. Dan itu sikap warga sendiri, bukan dievakuasi Pemda setempat," ujar aktivis LSM ini. (han/bal)


Berita Terkait