Penumpang AdamAir KI 172 Siap Dukung Gugatan Class Action
Rabu, 21 Feb 2007 20:15 WIB
Surabaya - Berbagai musibah beruntun yang menimpa maskapai AdamAir dinilai karena manajemen tidak menerapkan standar prosedur pengelolaan yang benar. Penumpang pesawat KI 172 yang tergelincir di Bandara Juanda Surabaya mendukung jika ada gugatan class action."Kalau memang ada (gugatan class action) saya akan bergabung. Saya mendukung itu," tegas Zulkifli, penumpang AdamAir yang duduk di kursi nomor 4C saat dihubungi detikcom, Rabu (21/2/2007).Dukungan Zulkifli itu didasarkan pada penilaiannya ketika pesawat akan mendarat di Bandara Juanda. "Pilot sama sekali tidak mengumumkan situasi cuaca yang buruk menjelang landing," katanya.Yang lebih parah, lanjut dia, awak pesawat terutama pramugari tidak tanggap dan cepat menangani situasi ketika pesawat tergelincir. "Pramugarinya seperti linglung," ungkap Zulkifli.Sementara penumpang lainnya Edi Suranto menuturkan ketika akan berangkat dari Cengkareng, seluruh awak pesawat seperti terburu-buru. "Terkesan serabutan. Saat mau berangkat terkesan buru-buru. Nggak tahu kenapa buru-buru," ungkap Edi.KapokAkibat kejadian ini, Zulkifli mengaku jera jika harus menumpang AdamAir. "Nanti-nanti saya akan mempertimbagkan kalau naik AdamAir. Kalau ada maskapai yang lain saya akan pilih naik yang lain saja," ujarnya.Rasa kapok juga diungkapkan Edi Suranto. Warga Menanggal, Surabaya itu sebenarnya akan memilih Garuda. Namun karena jadwalnya terlalu sore Edi pun memilih AdamAir."Saya benar-benar kapok naik AdamAir karena sudah beberapa kali kejadian," tutur Edi.Meski begitu, Edi memilih untuk tidak ikut gugatan class action jika memang ada. Peristiwa yang dialaminya dianggap cobaan. "Saya sudah untung selamat. Saya ambil hikmahnya saja, barangkali saya banyak kesalahan-kesalahan," pungkasnya.
(bal/bal)











































