RSUD Koja Bantah Pakai Infus di Bawah Standar
Rabu, 21 Feb 2007 19:51 WIB
Jakarta - RSUD Koja membantah telah menggunakan infus di bawah standar yang ditetapkan selama merawat pasien balita pascabanjir. RSUD Koja menggunakan infus yang didatangkan dari Dinas Kesehatan Jakarta Utara dan Departemen Kesehatan."Selama 10 hari, kita telah menghabiskan infus hampir 10.000 botol. Infus itu adalah suplai dari Dinkes dan Depkes. Dan dari laporan dokter anak, infus itu tidak menimbulkan masalah apa-apa," kata Direktur RSUD Koja, Nur Abadi di kantornya, Jl Cijampea, Jakarta Utara, Rabu (21/2/2007).Abadi menambahkan, pengunaan dua merek infus yakni Otsuka dan Widara Bhakti belum mempunyai efek samping atau keluhan apapun. Lantaran, penggunaan infus tersebut sudah sesuai standar yang ditetapkan industri farmasi."Dari laporan dokter anak, infus itu tidak menimbulkan masalah apa-apa. Pada prinsipnya infus itu sesuai dengan standar farmakom," ujarnya.Tetapi pihaknya belum mengecek infus yang berasal dari luar Depkes atau Dinkes seperti dari para penyumbang. Rumah sakit hanya berpedoman pada merek infus yang disumbang adalah sama dengan suplai dari Depkes."Memang ada beberapa sumbangan infus. Saya tidak hafal. Yang sumbangan tidak terlalu banyak. Mereknya juga tidak berbeda (dengan yang dari depkes)" tandas Nur Abadi yakin.Bantahan ini terkait dengan tudingan anggota Komisi IX DPR pada Selasa 20 Februari kemarin yang menyatakan bahwa RSUD Koja menggunakan infus dibawah standar yang ditetapkan. Akibatnya, pasien korban banjir yang mendapat infus tersebut, suhu tubuh pasien menjadi lebih tinggi bukannya membaik.
(Ari/bal)











































