Trauma Naik AdamAir, Penumpang Minta Tiket Diganti Uang

Trauma Naik AdamAir, Penumpang Minta Tiket Diganti Uang

- detikNews
Rabu, 21 Feb 2007 18:54 WIB
Surabaya - Seorang penumpang AdamAir KI 172 yang tergelincir di Bandara Juanda Surabaya trauma menumpang AdamAir. Karena itu, penumpang ini lantas meminta tiket pesawat yang sudah dibelinya untuk balik ke Jakarta diganti dengan uang.Seorang penumpang ini bernama Rusdi. Dia ditemui wartawan di depan loket AdamAir di Bandara Juanda, Rabu (21/2/2007) sekitar pukul 18.00 WIB. Wajah Rusdi tampak shock dengan kejadian yang dialaminya. Rusdi yang tinggal di Jakarta ini berencana akan kembali ke Jakarta pada hari Minggu (25/2/2007). Dia sudah terlanjur membeli tiket pesawat AdamAir. Namun, peristiwa yang dialaminya ini membuat dia berubah sikap. "Saya trauma. Saya akan meminta agar tiket saya ini diganti dengan uang dan saya akan membeli tiket pesawat lain. Karena itu, saya ingin ketemu manajer," tegas dia. Rusdi ngotot ingin bertemu manajer, karena petugas di loket tidak mengabulkan permintaannya. "Oleh petugas loket, tidak diperbolehkan. Kalau sudah beli tiket, tidak boleh ditukar duiit. Saya gak mau lagi (naik AdamAir), saya trauma," ujar dia.Adu Mulut dengan MarinirSempat terjadi adu mulut antara Rusdi dan wartawan dengan sejumlah personel Marinir yang menjaga loket AdamAir. Ceritanya, saat itu sejumlah wartawan mewawancarai Rusdi mengenai kisah yang dialaminya saat pesawat AdamAir yang dinaikinya tergelincir. Namun, tampaknya personel Marinir tidak suka dengan wawancara ini. Lantas, salah seorang dari personel Marinir meminta wartawan dan Rusdi untuk pindah ke ruangan lain. "Para wartawan yang mau wawancara diharap berpindah ke ruangan lain, karena ini dapat mengganggu penumpang lain. Ini perintah atasan," hardik seorang Marinir.Rusdi merasa tersinggung dengan hardikan Marinir ini. "Saya ini korban pak. Mereka tanya, ya saya jawab. Saya di sini ini menunggu manajer AdamAir. Kok malah diusir-usir," bentak Rusdi kepada Marinir. Namun, tak lama kemudian, akhirnya suasana panas itu mereda, setelah Marinir terdiam. (asy/nrl)


Berita Terkait