Gempa Maluku Utara
Warga 3 Desa Masih Mengungsi
Rabu, 21 Feb 2007 18:33 WIB
Ambon - Gempa yang terjadi di Kabupaten Halmahera Selatan, provinsi Maluku Utara masih menyisahkan trauma bagi warga 3 desa di Kecamatan Bacan. Warga desa Amasing, desa Labuha dan desa Mandoang, masih memilih mencari aman di dataran tinggi Gunung Sibela dan Gunung Borero. "Tiga desa ini berada di dataran rendah. Sebagian warga masih memilih aman di lokasi yang tinggi," ungkap Joseph Renleuw, warga desa Labuha kepada detikcom, via telepon selular, Rabu (21/2/2007).Sebagian warga, kata Joseph, sebenarnya sudah berkemas untuk kembali ke rumah masing-masing. Namun dua kali gempa pada pukul 11.20 dan 13.45 WIT, membuat warga kembali panik dan tetap memilih tinggal di daerah dataran tinggi. Joseph membantah pemberitaan yang menyatakan gempa 6,6 pada skala richter menyebabkan air laut naik tiga meter. "Itu tidak benar. Kalau air naik 3 meter, otomatis 3 desa yang berada di pesisir pantai sudah ditenggelamkan air laut. Tak ada air naik," bantah Joseph.Menurut Joseph, di Labuha pada Februari air laut memang biasa pasang. Jadi, sambung dia, air pasang sudah ada sebelum gempa terjadi.Joseph menyayangkan sikap pemerintah daerah Halmahera Selatan dalam menangani masalah gempa ini. Menurutnya, Pemda setempat tidak melakukan tindakan yang cepat dan tepat."Tidak ada warga yang dievakuasi Pemda. Yang ada warga memilih berlarian kedaerah dataran tinggi. Dan itu sikap warga sendiri, bukan dievakuasi Pemda setempat," tutur Joseph.
(han/djo)











































