5 Menit Mencekam di Langit Juanda
Rabu, 21 Feb 2007 17:35 WIB
Surabaya -
5 Menit mencekam itu takkan pernah lenyap dari ingatan Zulkifli. 5 menit menjelang 15.30 WIB itulah Zulkifli tak henti berdoa agar perjalanannya selamat."2-3 Menit menjelang mendarat, saat sudah di atas Juanda, kondisi pesawat miring ke kanan. Bukan oleng, tapi miringnya seperti salah satu mesin mati, Mas," cerita Zul, penumpang AdamAir KI 172 jurusan Jakarta-Surabaya, Rabu (21/2/2007). Jelas kondisi miring itu tidak lazim. Zul sudah bisa membedakan pesawat miring atau oleng, sebab setiap minggu dia wira-wira Jakarta-Surabaya dengan pesawat."Kalau oleng wajar, tapi ini miring," ceritanya pada detikcom lewat telepon.Dari situlah Zul yang sudah membaca kondisi pesawat tidak beres sejak dari Cengkareng, yakin pesawat akan celaka.Ketika pesawat landing, seperti lewat jalan makadam (jalan berbatu). "Penumpang panik, berjeritan hingga pesawat berhenti di pinggir runway," cerita pria yang duduk di kursi 4C ini.Zul melihat kerusakan paling parah ada di belakang pesawat. Atap (plafon) kabin putus seperti rumah kena gempa. "Yang bagian belakang turun, yang tengah naik, yang depan turun. Seperti ada patah,"ceritanya.
(nrl/nrl)










































