Perhatian Kasus Munir Makin Luas di Dunia Internasional
Rabu, 21 Feb 2007 16:17 WIB
Jakarta - Dukungan penuntasan kasus pembunuhan Munir makin meluas dari kalangan internasional. Pemerintah pun diminta menuntaskan kasus itu dengan menindaklanjuti rekomendasi DPR.Pemerintah selama ini belum menjalankan rekomendasi tim kasus Munir DPR antara lain mengumumkan hasil temuan TPF Munir, pembentukan tim kepresidenan. Bila rekomendasi ini dijalankan justru hambatan-hambatan penyelidikan akan bisa ditangani."Atas perkembangan ini masyarakat internasional mempertanyakan kelanjutan kasus Munir. Dukungan kali ini datang dari pihak-pihak di Australia," kata Koordinator Kontras Usman Hamid.Hal ini disampaikan dia dalam jumpa pers Komite Solidaritas untuk Munir (Kasum) di kantor Kontras, Jalan Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (21/2/2007).Mantan anggota TPF Munir, Asmara Nababan menuturkan, kasus Munir tidak bisa lagi dibatasi secara nasional, tetapi sudah menjadi perhatian internasional."Kalau pelaku utama tidak bisa diadili secara tuntas, pemerintah akan rugi di dalam pergaulan internasional seperti kasus Timor Leste. Indonesia selalu dijegal dalam diplomasi internasional," kata Asmara.Koordinator Human Rights Working Group (HRWG) Rafendi Djamin mengatakan jika sampai Maret dan April tidak ada perkembangan signifikan dalam kasus ini, artinya ada pembenaran dugaan kasus pembunuhan Munir merupakan kejahatan negara. Sebab, pemerintah tidak bisa menjelaskannya kepada pemerintah."Masyarakat internasional ingin meminta perkembangan yang signifikan. Kalau tidak, pemerintah akan rugi sendiri, sebab bulan Maret isu itu akan dibawa ke dalam Komisi HAM PBB," kata Rafendi.Kasum juga mempertanyakan komitmen SBY yang menjanjikan akan mengusut kasus pelanggaran HAM, baik kasus Munir maupun pelanggaran HAM masa lalu.
(aan/sss)











































