Ayah Pencabul & Penjual Anak Gadisnya Divonis 10 Tahun
Rabu, 21 Feb 2007 01:55 WIB
Denmark - Ayah yang satu ini memang sudah gila. Tega-teganya dia melakukan kekerasan seksual dan menjual anak gadisnya yang baru berumur 10 tahun kepada para lelaki hidung belang. Akibatnya ayah yang tidak bertanggung jawab ini dikenai hukuman 10 tahun penjara. Vonis itu diberikan pengadilan setelah sang ayah yang juga mengaku sebagai anggota kelompok pemuja setan ini menyatakan diri bersalah atas 19 tuduhan yang dikenakan padanya. Seperti dikutip AFP Selasa, (20/2/2007) kasus yang terjadi di Denmark ini memang membuat heboh negara-negara di kawasan Skandinavia. Bahkan berita mengenai perbuatan pencabulan dan inces yang dilakukan sang ayah kandung ini menjadi head line di berbagai surat kabar di kawasan itu, sejak kasus ini terungkap pada Agustus 2005 lalu.Dalam pemeriksaan sang ayah yang berusia 47 tahun ini mengaku awal mula perbuatan bejatnya itu berdasarkan perintah dari istrinya. Kala itu istrinya yang berusia 43 tahun menyuruh dia untuk melakukan hubungan seks dengan anak perempuannya itu.Sang ayah juga mengatakan, istrinya juga menyuruh agar anak gadisnya itu dijajakan kepada para lelaki hidung belang. Dia lalu memasang iklan di koran dan internet dengan tujuan mengundang lelaki lain agar datang ke rumahnya di Toender, sebelah barat daya Denmark, untuk berhubungan seks dengan anaknya.Pria ini juga mengaku kepada polisi bahwa dia melakukan hubungan seks secara rutin dengan anaknya sejak kurun waktu Februari hingga Agustus 2005, saat anaknya berusia 10 tahun. Ayah yang kejam ini sengaja disembunyikan polisi untuk melindungi identitas anaknya. Akhirnya pria ini ditangkap polisi setelah mendapatkan laporan dari seseorang yang tidak dikenal. Tak hanya itu, 14 pria yang pernah berhubungan seks dengan anak gadis itu telah ditangkap dan dijatuhi hukuman hingga 6 tahun penjara. Para tersangka itu juga diharuskan membayar denda senilai US$ 176 ribu sebagai kompensasi kepada korban.Sang ayah juga dikenai tuduhan atas tindakan pencabulan kepada anaknya yang nomor dua pada 2003 hingga 2004 ketika anak gadisnya berumur 6 tahun. Sementara ibu sang anak yang menderita schizophrenik kini dirawat seorang psikiater.
(ndr/)











































