Karena Dendam Ayah & Anak Tewas Dibantai
Rabu, 21 Feb 2007 00:58 WIB
Surabaya - Dendam berujung petaka. Kisah tragis ini menimpa Batin (39) dan Iskandar (17). Ayah dan anak ini tewas bersimbah darah di kediaman mereka di Sukomanunggal, Tandes, Surabaya.Peristiwa memilukan ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 20.30 WIB, Selasa (20/2/2007). Kedua jasad korban ditemukan dengan luka gorok pada leher. Sedang istri korban Tumini (40) mengalami luka di kepala akibat terkena pukulan kayu.Menurut Kapolsek Sukomanunggal AKP Heri Purwanto saat dihubungi wartawan, kedua korban ini ditemukan di tempat yang berbeda. Batin ditemukan di depan pagar rumah, sedang Iskandar ditemukan di lantai 2, di kamar mandi.Tumini yang dimintai keterangan polisi menuturkan awal mula kejadian itu. Saat itu dia baru saja pulang dari pasar sehabis berbelanja. Sesampainya di rumah, dia mendapati ada dua orang tamu dan salah seorang di antaranya bernama Edi yakni teman kerja suaminya sebagai kuli bangunan."Tumini saat itu langsung masuk ke dalam. Dia mengaku tidak tahu kejadian sebenarnya, tapi saat hendak mau keluar tahu-tahu dia didorong," ujar Kapolsek.Saat itu, Tumini juga sempat mendapatkan ancaman dari kedua pelaku. "Kamu jangan ikut masalah ini. Dan jangan macam-macam," tutur Tumini seperti disampaikan Kapolsek.Tumini pun kemudian mendapatkan pukulan di kepalanya dengan benda tumpul. Saat itu, Tumini langsung terjatuh dan ketika hendak bangun pelaku telah melarikan diri. Dia lalu bergerak mencari tahu kondisi anak dan suaminya.Namun yang didapatnya sungguh di luar dugaan. Kedua orang yang disayanginya itu telah tewas bersimbah darah. "Tumini lalu berjalan duduk di pinggir jalan sambil menangis. Kemudian tetangga datang bertanya-tanya, dia cuma bilang, suami dan anak saya tewas," jelas Kapolsek.Kaget mendengar ucapan Tumini para tetangga langsung melaporkan peristiwa ini ke Polsek Sukomanunggal. Polisi yang datang ke lokasi kejadian langsung membawa Tumini ke RS Mitra Surabaya.Sebenarnya rumah yang saat ini ditempati Tumini dan keluarganya adalah milik seorang pengusaha asal Probolinggo. Tumini dan suaminya ini hanya dititipi saja. Selepas kejadian pembunuhan, rumah berlantai 2 ini pun dipasangi garis kuning polisi."Pelaku sekarang sedang kita kejar. Motif pembunuhan diduga karena dendam akibat pekerjaan, karena korban dan pelaku keduanya sama-sama kuli. Dan beberapa waktu lalu, Edi dipecat. Tapi persisnya dendam karena apa masih kita selidiki," urai Kapolsek.
(bdh/ndr)











































