Korban Puting Beliung Mulai Terserang Demam

Korban Puting Beliung Mulai Terserang Demam

- detikNews
Selasa, 20 Feb 2007 17:57 WIB
Yogyakarta - Puluhan warga korban angin puting beliung di Kota Yogyakarta mulai terserang demam disertai panas. Penyebabnya diduga karena warga mengalami kehujanan dua hari berturut-turut, sementara tidak ada tempat berteduh yang layak. Sebagian warga yang sakit telah ditangan oleh para relewan di posko-posko kesehatan maupun puskesmas. Posko kesehatan, antara lain didirikan di kampung Danukusuman, Tegal Lempuyangan dan Mangkusuman. Sedang Puskesmas, antara lain Puskesmas Danurejan dan Puskesmas Pembantu Gondokusuman. Selain itu ada mobil ambulans kesehatan keliling dengan tenaga paramedik dari RSU Muhammadiyah Bantul.Di posko sekaligus klinik tenda yang didirikan Muhammadiyah di depan bioskop Mataram di Jl Dr Sutomo, Selasa (20/2/2007), sekitar 70 warga yang memeriksakan kesehatan, terutama orang lanjut usia. Kebanyakan pasien menderita panas dan demam, karena kehujanan. Selain itu, mereka mengalami luka gores dan pegal-pegal karena harus membersihkan perabotan rumah dan reruntuhan atap yang jatuh. "Semua warga yang sakit dapat kita tangani selama dua hari ini dan mereka juga kami berikan obat secukupnya," kata Koordinator Posko Muhammadiyah, Budi Setyawan kepada detikcom di posko Bioskop Mataram. Selain menderita demam, kata dia, ada pula warga yang menderita trauma, sehingga sulit tidur. Pasien yang mengalami depresi dimohonkan rujukan untuk dirawat di rumah sakit. Pasien depresi karena trauma gempa tahun lalu belum benar-benar pulih, namun sudah disusul musibah angin puting beliung.Selain membagikan bahan makanan, kata dia, pihaknya juga memberikan bantuan tenda plastik bagi warga yang masih membutuhkan. Untuk mengantispasi bila terjadi airan listrik padam juga diberikan bantuan lampu senter, lampu tempel, puluhan dus lilin dan 5 genset di beberapa RT dan RW."Masalah bantuan logistik, berupa bahan pangan hampir sebagian sudah merata. Droping air minum kemasan, pakaian anak-anak dan dewasa serta 3 ribu nasi bungkus telah kami lakukan, sehingga tak ada warga yang kekurangan lagi," demikian Budi. (bgs/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads