Suami Hendak Berpoligami, Istri Bunuh Anak
Selasa, 20 Feb 2007 17:49 WIB
Kuala Lumpur - Ini salah satu kisah pilu akibat poligami. Stres mendengar suaminya mengumumkan rencana akan memiliki istri muda, seorang perempuan 30 tahun membunuh dua putranya.Kedua anak yang lahir dari rahimnya itu dicekik dengan menggunakan kabel setrika saat sedang tertidur lelap. Demikian dilaporkan Utusan Malaysia seperti dilansir AFP, Selasa (20/2/2007).Perempuan Malaysia itu pun kehilangan kedua putranya yang bernama Muhammad Aliff Haqimi (5) dan Muhammad Aliff Hazmi (17 bulan).Dituturkan Kepala Polisi Distrik Barat Daya, Penang utara, Mohamad Hatta Moh Zain, perempuan yang dirahasiakan identitasnya itu sempat mengirimkan SMS ke suaminya. Isinya mewanti-wanti suaminya agar segera pulang pada Senin 19 Februari pukul 23.30 waktu setempat.Kesal suaminya tak kunjung membalas SMS-nya, dia kemudian menelepon suaminya dan mengancam akan membunuh kedua anaknya jika suaminya tidak pulang ke rumah.Sang suami yang berprofesi sopir truk itu kemudian pulang pukul 23.45. Dia mendapati istrinya sedang tidur bersama kedua putranya, lalu langsung tidur tanpa mencurigai apapun."Selasa pagi pukul 07.40 polisi dan unit forensik bergegas ke lokasi kejadian setelah kami menerima laporan melalui telepon dari tetangganya," kata Hatta.Dituturkan Hatta, si suami baru mengetahui kedua anaknya telah meninggal ketika polisi tiba di rumahnya untuk menangkap istrinya.Menurut tetangga, si istri datang ke rumahnya pagi-pagi buta sambil menangis histeris."Dia tidak bilang apa-apa, hanya menangis dan meminta saya datang ke rumahnya. Saya tanya kenapa dan apa yang terjadi, dia bilang dia tidak tahu apa yang telah diperbuatnya, tapi kedua anaknya telah tiada," tutur sang tetangga.Kasus ini diklasifikasikan sebagai pembunuhan dan pasangan suami istri (pasutri) tersebut ditahan.Koran The New Straits Times menuliskan hubungan pasutri ini renggang setelah si suami memberitahu istrinya tentang rencana ingin menikah lagi.Kaum muslim pria diperbolehkan memiliki maksimal 4 istri. Namun para aktivis dan kelompok perempuan menyatakan poligami kejam dan menyimpang dari tujuan sebenarnya dalam Islam, yakni melindungi para janda dan anak yatim piatu.
(sss/asy)











































