Yusril Ngaku ke Luar Negeri, Belum Sempat Bertemu SBY

Yusril Ngaku ke Luar Negeri, Belum Sempat Bertemu SBY

- detikNews
Selasa, 20 Feb 2007 15:25 WIB
Jakarta - Meski Hamdan Zoelva, kolega Mensesneg Yusril Ihza Mahendra, mengungkapkan keberadaan Yusril di Jakarta sejak 17-19 Februari 2007, Yusril membantahnya. Dia mengaku ke luar negeri.Yusril menghilang sejak meminta KPK menelaah lampiran Keppres 80/2003, Jumat 16 Februari 2007. Baru Selasa (20/2/2007) ini, dia memperlihatkan batang hidungnya di kantor. Wartawan pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Berikut petikan sebagian wawancara Yusril dengan wartawan di Kantor Sesneg, Jalan Veteran, Jakarta.Apakah dari peristiwa ini ada tanggapan dari Presiden SBY. Apa Bapak dipanggil? Kemarin tidak ada pertemuan dengan Presiden SBY. Kapan Bapak terakhir berkomunikasi? Saya terakhir itu pas mau ke KPK. Besoknya hari libur saya ke luar negeri dengan minta izin kepada Presiden SBY. Pulangnya hari Senin.Apakah bapak merasa terpojok dengan statement para politisi dan Pak Sudi (Seskab Sudi Silalahi)? Apa yang diucapkan Seskab Sudi Silalahi itu memang betul adanya. Kalau saya, saya tidak pernah merasa terpojok. Kalau proses di KPK memang fair, saya tidak akan pernah mengelak pemanggilan-pemanggilan. Saya aman-aman saja dengan berbagai statement politisi. Tidak ada ketakutan. Kita hadapi saja dengan segala risikonya. Semua orang yang diperiksa KPK kan bisa saja jadi terdakwa. Makanya saya minta KPK menelaah pemahaman terhadap Keppres 80/2003 itu.Apakah nanti jadi terdakwa? Saya tidak mau mendahului.Bagaimana dengan pernyataan Pak Sudi lagi? Yang dikatakan Pak Sudi memang benar. KPK kan meminta persetujuan ke presiden. Ya menelaah di dalam Keppres memang tidak salah, makanya saya merekomendasikan.Seskab bilang kan memenuhi prosedur, jubir KPK juga kan bilang memenuhi prosedur. Saya juga bilang itu memenuhi prosedur. (umi/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads