Dimintai 'Petunjuk', SBY Jadi Ingat Zaman Soeharto
Selasa, 20 Feb 2007 14:41 WIB
Solo -
Setiap ada dialog antara presiden dengan warga, selalu dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai keluhan yang ujungnya minta bantuan. Banyak istilah dipakai untuk memperhalus bahasa misalnya kata 'meminta bantuan' diganti 'meminta petunjuk'. Presiden SBY pun jadi teringat Soeharto.Hal itu disampaikan oleh Presiden SBY saat berdialog dengan warga ketika berkunjung ke kampung pertanian ikan lele di Desa Tegalrejo, Sawit, Boyolali, Selasa (20/2/2007) siang. Ada beberapa orang berkesempatan melakukan dialog langsung dengan Presiden yang dipandu Gubernur Jateng, Mardiyanto.Hadirin yang datang terdiri para pejabat dari tingkat menteri, bupati dan walikota di Jateng, para kepala dinas dan sejumlah perwakilan petani. Rupanya sebagian besar dari mereka telah menebak bahwa semua yang berkesempatan bicara akan meminta berbagai bantuan.Benar juga. Ada yang bicara bertele-tele tapi ujung minta berbagai fasilitas, pembangunan, prasarana, jaringan telepon, modal dan sebagainya. Ada juga yang mengaku memberi informasi kepada Presiden, namun intinya hanya keluhan dan ujungnya juga meminta bantuan.Setiap mendengar kata 'meminta kepada Bapak Presiden untuk memberikan bantuan', para hadirin serentak tertawa. Demikian juga Presiden dan para menteri yang menyertai Presiden dalam kunjungan tersebut.Mungkin karena merasa sudah ditebak akan minta bantuan, seorang peserta dialog memutar otak untuk memperhalus kalimat dengan mengganti kata. "Atas berbagai informasi yang kami sampaikan tadi, kami mohon petunjuk kepada Bapak Presiden..."Tawa semakin meledak. SBY rupanya juga tidak kehilangan selera humornya. "Jadi ingat zaman Pak Harto ya. Dulu itu ada yang selalu berkata, 'Menurut petunjuk Bapak Presiden'," demikian timpal SBY menirukan gaya Harmoko yang disambut tawa para hadirin lebih keras lagi.
(mbr/djo)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































