Ayam di Kedinding Surabaya Mati Mendadak, Diduga Flu Burung
Selasa, 20 Feb 2007 13:02 WIB
Surabaya - Sejumlah ayam kampung milik warga Desa Tanah Kali, Kedinding Tengah, Surabaya Timur, Jawa Timur, mati mendadaki. Diduga hewan unggas ini terjangkit flu burung.Kecurigaan ini membuat salah seorang pemilik ayam, H Abdul Aziz, mengambil langkah prefentif. Abdul Aziz memusnahkan sisa ayam miliknya yang masih hidup.Menurut Abdul Aziz, sebelumnya 7 ekor ayam miliknya mati mendadak tanpa diketahui sebabnya. Bangkai ketujuh ekor ayam tersebut selanjutnya dikubur. "Tapi lima ekor lagi juga mati tadi pagi," kata Abdul Aziz saat ditemui di rumahnya, di Desa Tanah Kali Kedinding Tengah Gg V Surabaya Timur, Selasa (20/2/2007).Kabar mengenai kematian mendadak sejumlah ayam ini didengar petugas kecamatan Kenjeran. Mereka kemudian mendatangi warga dan menjelaskan prosesur penanganan flu burung.Kelima ekor ayam milik Abdul Aziz yang mati tadi pagi itu akhirnya dibakar. Sedangkan kandangnya dibongkar dan sebagian lainnya disemprot dengan disinfektan.Khusaini, anak Abdul Aziz, menyatakan sejumlah warga setempat mengaku badammya panas dan sakit tenggorokan sebelum ayam-ayam di desa itu mati mendadak. "Saya juga merasa sakit seperti itu, dan saya sudah ke puskemas kata dokter hanya inveksi saluran pernapasan atas (ISPA) biasa," kata Khusaini yang tinggalnya tak jauh dari rumah orangtuanya.Kabar merebaknya kasus flu burung di Kendinding sebenarnya sudah ramai dibicarakan. Selain Abdul Aziz, warga Kedinding lainnya bernama Slamet mengaku 4 ekor ayamnya dimusnahkan karena positif terkena virus H5NI. Hal yang sama juga dilakukan terhadap 20 ekor ayam milik Slamet yang lainnya.
(gik/djo)











































