Ini Dia Non-Pri Muslim di Parlemen Belanda

Laporan dari Den Haag

Ini Dia Non-Pri Muslim di Parlemen Belanda

- detikNews
Selasa, 20 Feb 2007 12:59 WIB
Ini Dia Non-Pri Muslim di Parlemen Belanda
Den Haag - Selain dua orang muslim menjadi Sekretaris Negara, masih ada enam orang muslim lainnya yang duduk di parlemen Belanda. Bahwa di Tweede Kamer Belanda ada wakil rakyat berlatar belakang muslim, sebenarnya bukan berita. Sejak era 90-an lembaga parlemen Belanda ini sudah memunculkan wakil rakyat seperti Mohammed Rabbae 1994-2002 dan Usman Santi 1998-2002. Mereka berturut-turut mewakili Partai Hijau dan Partai Buruh. Usman memiliki catatan tersendiri, karena dia keturunan Maluku.Namun kemunculan para wakil rakyat beragama islam di parlemen Belanda saat ini memiliki nilai berbeda. Selain iklim xenofobia dan islamofobia menguat, mereka juga menghadapi resistensi langsung dari Partij voor de Vrijheid/PVV (Partai Kebebasan) pimpinan Wilders. Sejenis Centrum Demokraten, partai ekstrim kanan yang dulu kurang laku dijual, namun dengan modifikasi fokus ke anti-islam partai ini bisa tembus ke parlemen.Hanya saja, ini yang sering keliru dipersepsi orang, para wakil rakyat Belanda yang berlatarbelakang muslim itu tidak sedang dan tidak untuk memperjuangkan idiologi islam, melainkan idiologi masing-masing partai yang mereka ikuti: Partai Kristen Demokrat (CDA), Partai Buruh (PvdA), Partai Kiri Hijau (sosialis pro lingkungan), Partai Sosialis, dan Demokrat-66. Berikut ini nama-nama para wakil rakyat di Belanda berlatarbelakang muslim (foto sesuai arah jarum jam): Tofik Dibi (Partai Hijau), Sadet Karabulut (Partai Sosialis), Naima Azough (Partai Hijau), Fatma Koser Kaya (D66), Samira Bouchibti (Partai Buruh), dan Coskun Corus (Kristen Demokrat).Satu anggota parlemen muslim lainnya adalah Nebahat Albayrak, dari Partai Buruh. Dia diangkat menjadi Sekretaris Negara Bidang Yustisi. Nebahat akan bekerja di bawah Menteri Yustisi Hirsch Ballin.Sedangkan Ahmed Aboutaleb, yang dipercaya menjadi Sekretaris Negara Bidang Sosial dan Kesempatan Kerja, tidak berangkat dari parlemen pusat, melainkan menembus karir dari Amsterdam. Ahmed akan bertugas di bawah Menteri Sosial Piet Hein Donner, yang sebelumnya menjabat Menteri Yustisi. (es/es)


Berita Terkait