Tak Ada Maaf Masuk Jalur Busway
Selasa, 20 Feb 2007 10:53 WIB
Jakarta - Jalur busway di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, yang biasanya menjadi jalur nyaman bagi pengendara motor, kini tidak lagi. Polisi pun tak lagi memperingatkan pengendara motor. Pritt! Surat tilang akhirnya di tangan.Biasanya pengendara motor yang masuk jalur busway di Daan Mogot hanya diperingatkan polisi dengan meminta keluar pengendara motor dari jalur khusus bus Transjakarta itu. Namun kali ini puluhan pengendara motor harus rela menandatangani surat tilang dari polisi.Pantauan detikcom, Selasa (20/2/2007) pukul 09.00 WIB di Jalan Daan Mogot tepatnya di Jembatan Gantung, puluhan motor tak lagi bisa mengelak dari sempritan polisi. "Saya terlambat keluar dari jalur. Motor saya terhambat separator," sesal Ginting, warga Tangerang saat ditemui detikcom usai mengantongi surat tilang. Ginting pun harus rela meluangkan waktunya untuk sidang SIM pada pekan depan nanti. "Tadinya saya mau kasih duit ke polisi. Tapi duit saya cuma Rp 10 ribu, ya nggak mungkin bisa," terang Ginting.Ginting memang sedang sial, dia terlambat keluar dari jalur busway. Para pengendara motor lainnya yang sudah memperkirakan bakal ada polisi bisa selamat karena buru-buru keluar dari jalur busway.Seperti yang dilakukan Sony. Karyawan di perkantoran Metropolitan di Jalan Sudirman ini sudah menyadari akan ada polisi di lokasi itu. "Kalau kita nggak awas sih, memang bisa tertangkap. Posisi polisi agak tersembunyi karena daerah itu macet," urainya.Sony mengungkapkan, pada hari sebelumnya polisi tidak langsung menilang para pengendara motor melainkan hanya meminta keluar dari jalur busway. "Polisi udah kesal kali, makanya langsung ditilang," ujar Sony, sambil terkekeh-kekeh.Kendati sudah ada tindakan tegas dari polisi, namun puluhan para pengendara motor itu tetap saja melenggang di jalur busway yang tidak terpantau oleh polisi. Itu terlihat dari arah fly over Green Garden, puluhan motor dengan seenaknya masuk jalur busway.
(mar/nrl)











































