Parkir Autopay & Smart Tag

Catatan dari Malaysia

Parkir Autopay & Smart Tag

- detikNews
Selasa, 20 Feb 2007 07:00 WIB
Parkir Autopay & Smart Tag
Kuala Lumpur - Dari segi penggunaan peralatan moderen untuk publik, Malaysia lebih unggul dibanding di Indonesia. Entah mengapa Indonesia mengalami ketertinggalan, padahal Indonesia lebih dulu merdeka dibanding Malaysia. Untuk parkir misalnya, di Kuala Lumpur sudah ada peralatan bayar parkir sendiri. Mesin peralatan bayar parkir sendiri yang dinamakan 'autopay station' ini seperti mesin ATM (automatic teller machine). Biasanya, fasilitas bayar parkir sendiri ini disediakan di gedung-gedung besar. Pembayaran parkir bisa menggunakan kartu ATM atau koin setelah memasukkan tiket ke dalam autopay station. Keuntungan dengan pembayaran parkir sendiri ini tentu akan menghemat tenaga kerja. Selain itu, juga lebih memperlancar arus kendaraan di tempat parkir, karena akan menghemat waktu bila dibandingkan dengan bayar parkir di loket pintu keluar. Tarif parkir di gedung-gedung tinggi ini juga jelas. Seperti terlihat di Menara Tun Razak, Kuala Lumpur, daftar tarif parkir di tempat ini ditaruh di atas mesin 'autopay station'. Tarifnya dibedakan antara saat sibuk (office hour) dan saat sepi. Harga parkir saat office hour lebih mahal. Bila tiket parkir hilang, maka pengguna parkir akan didenda cukup mahal RM 100 (sekitar Rp 250.000). Kecanggihan teknologi lainnya diterapkan pemerintah Malaysia dalam membayar tol. Di Malaysia, pengguna kendaraan yang tidak ingin mengantre di loket pembayaran tol akan memilih pembayaran tol secara otomatis. Memang, dia harus merogoh koceknya lebih tebal. Sebab, untuk menggunakan fasilitas ini, pengguna kendaraan harus membeli alat bersensor yang dinamakan 'Smart Tag' berharga RM 150. Sangat gampang untuk menemukan alat ini. Alat-alat ini dijual di toko-toko atau pom bensin (SPBU). Selain itu, pengguna kendaraan juga harus membeli kartu prepaid, layaknya membeli SIM card telepon genggam, yang bisa didapatkan di sejumlah tempat. Kartu prepaid ini dimasukkan ke dalam Smart Tag. Begitu mobil akan keluar tol, maka alat ini ditaruh di dekat kaca mobil. Saat mendekati pintu tol, maka alat bersensor ini ditangkap sinyalnya oleh mesin bersensor yang ada di pintu tol. Setelah itu, palang pintu tol akan otomatis membuka dan kartu prepaid pengendara akan berkurang nominalnya senilai tarif tol yang berlaku. Pengendara tidak perlu berhenti di pintu tol, tapi hanya melambatkan laju kendaraan saja. Fasilitas-fasilitas publik di Kuala Lumpur lainnya juga sudah menggunakan teknologi canggih. Kuala Lumpur sudah memiliki LRT (semacam MRT/mass rapid transportation) dan monorail sejak beberapa tahun lalu. Bangkok, Thailand juga sudah memiliki MRT yang diresmikan belum lama ini. Jakarta? Tiang-tiang penyangga monorail mulai dibangun setahun lalu. Tapi saat ini tiang-tiang berbeton ini sepertinya mangkrak begitu saja. Pembangunannya macet. Sementara Indonesia baru akan membangun MRT pada tahun 2008. Keterangan Foto: Mesin autopay (atas), Smart Tag (bawah) (asy/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads