Rumah Digasak Perampok Saat Libur Imlek, Rp 200 Juta Raib
Senin, 19 Feb 2007 19:55 WIB
Jakarta - Liburan ke luar kota memang menyenangkan. Apalagi kalau diikuti oleh seluruh anggota keluarga. Tapi, kalau rumah sampai tidak terkunci, bisa fatal akibatnya. Perampok bisa masuk rumah dengan leluasa. "Ya, memang saudara saya lupa mengunci gembok pagar. Jadi perampok mudah masuk," ujar Taufik (18), anak dari Sony Subang (54), warga Jl PLuit IV No.6 Rt 12/04, Pluit, Jakarta Utara, Senin (19/2/2007).Taufik menuturkan, Minggu kemarin, 17 Februari yang bertepatan dengan libur imlek, ia sekeluarga berlibur ke rumah neneknya di Bandung. Rumah ditinggal kosong. Hanya Naomi (24) yang menjaga rumah megah itu."Saat Naomi pergi ke gereja, sekitar pukul 12.00 WIB, perampok masuk rumah. Pagar tak terkunci. Jadi langsung masuk aja," tambah Taufik yang masih terlihat shock.Menurut kesaksian tetangga korban, perampok berjumlah empat orang dan membawa golok. Kawanan perampok itu merusak engsel dan menggasak perhiasan serta uang senilai lebih dari Rp 200 juta."Banyak yang hilang, mas. Laptop papa hilang. Ada juga kamera digital, handy camera, uang 100 juta dan duit US$ 14.000", sesal Taufik mengulangi peristiwa naas itu.Korban sendiri ketika dikonfirmasi masih belum dapat dihubungi. Sony merupakan Kepala Audit Pengawasan Indonesia Power. "Papa masih di kantor. Masih stres. Belum bisa dihubungi," ujar Taufik.Mendapati laporan perampokan itu, Polsek Metro Penjaringan langsung menyiagakan timnya. Para pelaku sudah mulai diidentifikasi dan dilakukan pengejaran."Kami dapat informasi dari para saksi. Kami tengah melakukan pengejaran. Dari aksinya, perampok itu sudah lihai,"ujar Kanit Serse Polsektro Penjaringan Iptu Nafsikin menjelaskan mengenai peristiwa tersebut.
(Ari/asy)











































