Pelayanan Kereta Ekonomi Buruk

Survei BPKN:

Pelayanan Kereta Ekonomi Buruk

- detikNews
Senin, 19 Feb 2007 17:40 WIB
Jakarta - Survei Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menunjukkan pelayanan kereta api (KA) ekonomi buruk, baik dari sisi keamanan, keadaan gerbong, dan ketepatan pemberangkatan.Demikian hasil survei yang digelar selama 6 bulan sejak April hingga Desember 2007.Survei dilakukan terhadap 300 penumpang KA ekonomi di 3 jalur, yakni rute Surabaya - Yogyakarta - Bandung, rute Surabaya - Semarang - Yogyakarta, dan rute Surabaya - Probolinggo - Banyuwangi.Hasil survei menunjukkan, persepsi konsumen saat pembelian karcis cukup baik, kecuali aspek keamanan yang masih dinilai buruk (50,70%).Persepsi konsumen saat stasiun pemberangkatan masih buruk, salah satunya kondisi tempat sampah yang buruk (60,65%).Demikian juga persepsi konsumen dalam gerbong KA juga masih sangat buruk, salah satunya kondisi toilet setiap gerbong (66,30%). Masalah ketepatan waktu dinilai masih sangat buruk (38,90%). Kondisi tempat duduk juga dinilai buruk (57,42%).Untuk pelayanan konsumen di stasiun tujuan dinilai baik, paling tinggi kemudahan mendapatkan angkutan umum (51,18%).Berdasarkan hasil survei itu, BKPN merekomendasikan pemerintah untuk mengkaji kembali pemberian public service obligation (PSO) kepada PT KA untuk penumpang KA ekonomi."Indikator ditetapkan agar PSO tidak salah sasaran,"kata peneliti BPKN Taufik Hidayat dalam jumpa pers 'Kajian Perkeretaapian oleh BPKN' di Departemen Perdagangan, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Senin (19/2/2007).Menurut dia, PSO merupakan kompensasi pemerintah terhadap PT KA agar masyarakat dapat menikmati sarana transportasi dengan harga terjangkau. PSO diberikan pemerintah untuk kelas ekonomi yang besarnya Rp 450 miliar pada tahun 2007."Selama ini pemerintah asal menyetujui PSO tanpa indikator yang jelas," ujarnya.Menurut dia, pemberian PSO dari pemerintah kepada PT KA berdasarkan indikator ketepatan waktu, pertumbuhan jumlah penumpang, dan kepuasan konsumen.Sementara anggota BPKN Indah Sukmaningsih menambahkan, selama ini kepuasan konsumen terkait pelayanan KA ekonomi belum pernah dievaluasi. (aan/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads