3 Hari Tertimbun Longsor, 4 Penggali Pasir Belum Ditemukan
Senin, 19 Feb 2007 16:04 WIB
Sukabumi - Empat penggali pasir yang tertimbun tanah longsor di penambangan pasir Cimangkok, Sukabumi, Jawa Barat belum ditemukan. Padahal proses pencarian sudah memasuki hari ketiga.Proses pencarian dilakukan dengan memakai perahu karet dan penyedot air. Diduga korban tertimbun pasir di areal bekas lahan galian yang mirip danau dengan kedalaman 40 meter.Dandim Sukabumi yang merupakan Ketua Tim Pencarian korban, Letkol Infanteri Karmin Suharna melalui telepon kepada detikcom, Senin (19/2/2007) mengatakan, hingga pukul 15.00 WIB, pencarian korban masih dilakukan dengan menyedot air danau."Luas danau bekas galian pasir ini sekitar 2 hektare dengan kedalaman 40 meter. Jadi bisa dibayangkan berapa volume airnya. Sejak tadi pagi, kami menggunakan mesin penyedot air untuk mengurangi volume," ujarnya.Menurut Karmin, penyedotan air itu merupakan langkah sementara pencarian korban. Sebab, jika hanya mengandalkan hal itu diperkirakan bisa memakan waktu hingga satu pekan agar air benar-benar surut."Satu-satunya cara pencarian korban secara cepat adalah dengan alat penyelam. Saat ini kami masih menunggu bantuan dari TNI AL," kata Karmin.Peristiwa longsor di areal penambangan pasir milik PT Hasta Pasir di Desa Titisan Kecamatan Sukalarang Kabupaten Sukabumi, terjadi pada pukul 04.15 WIB, Sabtu (17/2/2007). Saat itu, ada 6 penggali pasir yang sedang bekerja di bagian timur penambangan. Kawasan ini lebih mirip danau besar seluas 2 ha dengan kedalaman 40 meter. Hal ini disebabkan curah hujan yang tinggi dan terus menerus mengguyur daerah tersebut, sehingga bekas galian yang mirip mangkok itu terisi air.Ketika sedang asik bekerja, tiba-tiba tebing setinggi 30 meter bagian barat longsor. Ribuan kubik pasir bercampur tanah dan bebatuan besar menimbun danau. Hal ini menyebabkan air naik mendadak dan menyeret ke enam penggali pasir itu."Air yang mendadak naik itu kaya tsunami menyeret keenam penggali pasir itu. Dua selamat, tapi empat lagi tertimbun di dasar danau. Yang selamat, satu dirawat di RS dalam kondisi yang cukup kritis," ujar Karmin.Menurut Karmin, pihaknya baru mendapatkan laporan sekitar pukul 09.00 WIB pada hari yang sama. Proses pencarian baru dilakukan sekitar pukul 11.00."Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pencarian. Tidak hanya kami, masyarakat pun turut terlibat dalam proses pencarian korban," ujarnya.
(ern/djo)











































