Asyik Main Bilyar, Komplotan Perampok Diciduk

Asyik Main Bilyar, Komplotan Perampok Diciduk

- detikNews
Senin, 19 Feb 2007 15:27 WIB
Jakarta - Sedang asyik main bilyar, 5 tersangka pencurian dengan kekerasan yang menggunakan senjata api diciduk polisi di Teluk Gong Jakarta Utara Senin (19/2/2007) dini hari pukul 01.00 WIB.Kelima tersangka bernama Indra alias Eko (34), Agung alias Abir alias Lugas (28), Yusuf alias Lekok (35), Ujang alias Kemot (35), dan Dodo Hardi alias Edo (28)."Modis operandi mereka sasarannya counter HP. Mereka menodong korban dengan senjata api atau golok, kemudian merampas uang korban," tutur Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Carlo Tewu di Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat.Carlos memaparkan, pada saat dilakukan penangkapan, tersangka berusaha melarikan diri. Petugas kemudian melepaskan tembakan peringatan sebanyak 3 kali. Karena tidak dihiraukan, maka tembakan diarahkan ke kaki 5 tersangka. Namun tidak dijelaskan siapa yang kena."Mereka sebelumnya juga sudah beberapa kali melakukan perampokan. Dari hasil interogasi para tersangka, terdapat 2 orang lagi yang masih DPO," ujarnya.Kedua DPO alias buron tersebut yakni Erwin alias Cokro dan Suwadi alias Wandi. Untuk DPO Wandi, pernah terlibat tindak pidana perampokan toko emas di Bogor tahun 2005 dan perampokan di Jakarta Barat, serta pernah menjalani hukuman di LP Salemba 1 tahun 8 bulan, dan baru keluar September 2006.Untuk lima tersangka yang sudah tertangkap, Carlo menuturkan, mereka sudah pernah melakukan 8 kali perampokan. Pertama, pada Januari 2007 perampokan toko HP di Jalan Kramat Jaya Baru, Jakarta Pusat. Kedua, pada Juni 2006 perampasan uang Rp 20 juta di Jembatan Dua, Jakarta Utara. Ketiga, pada Juli 2006 penjambretan uang Rp2 juta dengan senjata api di Pluit, Jakarta utara, Keempat, pada September 2006 perampasan uang Rp 4 juta dengan senjata api di Muara Karang, Jakarta Utara. Kelima, pada Oktober 2006 perampasan uang Rp 3 juta di Sunter, Jakarta Utara. Keenam, pada November 2006 perampasan uang Rp 24 juta di Kapuk, Jakarta Utara. Ketujuh, pada Desember 2006 perampasan uang Rp 2 juta di Sunter, Jakarta Utara. Terakhir, pada Desember 2006 perampokan Rp 7 juta di Sunter, Jakarta Utara."Kelompok tersebut dalam melakukan aksinya selalu berganti pasangan, dan tidak segan-segan melukai korban yang melawan," terang dia.Menurut Carlo, dari hasil penangkapan tersebut, polisi menyita 3 senjata api dengan 17 peluru, dan 1 bilah golok dengan sarungnya. Senpi tersebut di antaranya berjenis FN, FN 45 dan magazin. (/sss)



Berita Terkait