Angin Puting Beliung di Yogya, Takjub Jadi Takut
Senin, 19 Feb 2007 15:05 WIB
Yogyakarta - Pakaian dalam hingga batang pohon berputar-putar di angkasa diangkut angin puting beliung di Yogyakarta pada Minggu sore kemarin. Warga pun takjub. Namun mendadak warga ketakutan, karena angin itu malah mengejar mereka."Kita gumun (takjub) lihat angin itu, Mas. Tapi pas lagi lihat angin, malah anginnya ngarah ke kita," kenang Salmi, warga Pengok Kidul, Baciro, kepada detikcom, Senin (19/2/2007).Dituturkan dia, warga pun berteriak-teriak ketakutan karena puting beliung itu justru mengejar-ngejar mereka."Wah kita pas mau lari menjauh dari lesus, dari depan diterjang juga. Kita balik lagi ke arah semula. Wah, jadi kucing-kucingan dengan angin itu," imbuh perempuan yang berprofesi sebagai penjual nasi."Ini baru pertama kali saya alami selama hidup," ujar Salmi.Menurut dia, rumah yang ditempatinya tidak rusak. Hanya saja, genting warung makan miliknya yang ada di samping rumah turut 'digondol' si puting beliung."Lumayanlah tidak terlalu rusak. Genting diganti dengan yang baru, sehingga hari ini bisa buka lagi," kata perempuan itu lega.Namun tidak semua orang tertarik untuk melihat angin itu. Saderi, warga Dusun Mangkukusuman, RT8/RW 3 Mangkukusuman, Baciro, misalnya."Saya mau keluar tapi takut kejatuhan. Genting rumah saja dibawa angin," cetusnya.Genting rumah Ja'far, warga Danukusuman, Baciro, pun diangkut puting beliung. Dia berharap ada bantuan dari pemerintah. "Bukan bantuan logistik, tapi bantuan perbaikan," harapnya.Pada Minggu sore kemarin, saat detikcom melintas di pertigaan l Dr Soetomo, bahkan 2 pemuda terjebak dalam pusaran angin. Karena takut, mereka pun saling berpelukan. Untung mereka berdua selamat.Meski cukup mengagetkan, namun tidak semua warga Yogya mengetahui peristiwa angin puting beliung itu. Alhasil banyak yang kaget ketika mengalami kemacetan di beberapa ruas jalan akibat pohon dan baliho roboh."Ada apa sih ini. Mau ke kampus kok macet sampai 1 jam kayak gini," keluh Asna, warga Bantul yang sedang menuju kampusnya di UGM. Macet 1 jam di Yogya, serasa bertahun-tahun. Maklum, di Yogya, kemacetan seperti ini tidak sering terjadi. Gara-gara angin kencang itu, kerindangan tak lagi dijumpai di Jalan Gayam. Sebab pohon-pohon rindang di sepanjang jalan itu roboh hingga ke akar-akarnya.
(nvt/asy)











































