Laporkan Ruki, Yusril Ngelawan SBY

Laporkan Ruki, Yusril Ngelawan SBY

- detikNews
Senin, 19 Feb 2007 14:25 WIB
Jakarta - Langkah Mensesneg Yusril Ihza Mahendra melaporkan Ketua KPK Taufiequrrachman Ruki dinilai sebagai bentuk perlawanan terhadap Presiden SBY."Jelas itu melawan presiden. Seharusnya menteri tunduk pada presiden, karena menteri di bawah presiden," cetus anggota Komisi III DPR Ahmad Fauzi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/2/2007).Politisi Partai Demokrat ini meminta Yusril dikeluarkan dari Kabinet Indonesia Bersatu."Sebaiknya Yusril dikeluarkan dari kabinet, diganti, karena banyak yang antre dan lebih bisa patuh kepada presiden," ujar dia.Ketika ditanya mengenai dugaan Yusril ikut meneken penunjukan langsung alat penyadapan yang diselenggarakan KPK saat menjadi Menkeh, Fauzi menilai tindakan suami Rika Kato itu tidak patut."Kalau itu benar, itu berarti jeruk makan jeruk. Kenapa baru sekarang dibongkar, kenapa tidak dari dulu. Kalau Yusril menilai KPK melanggar, apalagi kalau dia tahu dan tanda tangan seperti informasi tersebut," ujar dia.Wakil Ketua Komisi III Mulfahri Harahap meminta kasus tersebut harus tetap diproses oleh KPK."Tetapi itu harus dijelaskan. Kalau Yusril tahu sejak awal, kenapa baru sekarang dilaporkan," kata Mulfahri.Konflik Yusril-Ruki berawal saat Yusril diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dalam penunjukan langsung pengadaan alat sidik jari di lingkungan Departemen Hukum dan Perundang-Undangan tahun 2004. Yusril diperiksa KPK pada Kamis 15 Februari 2007 kemarin.Yusril kemudian mengancam mengadukan Ruki ke KPK jika kebijakannya saat menjabat Menkum dipersoalkan KPK. Pada Jumat 16 Februari 2007, Yusril membuktikan ancamannya dengan balik mengadukan ketua KPK tersebut atas dugaan korupsi dalam penunjukan langsung alat penyadapan (interseption) telepon seluler tahun 2005. (aan/sss)


Berita Terkait