Tata Ruang Kota DKI Salah Urus
Senin, 19 Feb 2007 14:21 WIB
Jakarta - Pengelolaan tata ruang kota yang salah urus menyebabkan Jakarta sering diterjang banjir. Pemprov DKI Jakarta sebaiknya belajar soal tata ruang kota dari Bangkok, Thailand."Banjir ini indikator yang kasat mata. Kalau pengelolaan tata ruang kota salah urus, sebaiknya pemerintah belajar dari Bangkok. Karena kedua-duanya sama-sama kota metropolitan kalau punya kompleksitas masalah yang sama," kata Direktur Institute for Ecosoc Sri Palupi di Hotel Ibis, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Senin (19/2/2007).Menurut Palupi, kendati kompleksitas kota Bangkok sama dengan Jakarta, namun ibukota negara Thailand itu memiliki terobosan-terobosan yang patut dicontoh, seperti cara berpikir terhadap persoalan yang melingkupi mereka. "Kalau di Bangkok seluruh warganya merasa masalah seperti kemiskinan, penggusuran, tata ruang kota dan pengangguran menjadi persoalan mereka," tuturnya.Dia menambahkan, tingkat partisipasi masyarakat Bangkok juga tinggi terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah, sehingga mereka lebih memiliki kontrol yang kuat. "Tapi kalau di Jakarta, saya melihat partisipasi masyarakat sangat lemah," ujar Palupi.Salah satu faktor yang akan menyebabkan partisipasi warga Bangkok sangat tinggi karena sistem politiknya yang berjalan baik. Sistem politik yang berjalan baik membuat warga berdaya untuk menyelesaikan persoalan mereka secara bersama-sama. Tidak ada kesenjangan antara pemerintah dengan masyarakat. "Tapi di Jakarta justru sistem politik membuat warga tak berdaya," pungkas Palupi.
(mar/sss)











































