PM Malaysia Abdullah Badawi:
Bukan Maksud Kami Bergaduh dengan AS, Tapi Ini Prinsip
Senin, 19 Feb 2007 07:03 WIB
Putra Jaya - Perdana Menteri (PM) Malaysia Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi yang sering dipanggil Pak Lah memiliki kepemimpinan yang berbeda dengan pendahulunya, Mahathir Mohammad. Meski terlihat lembut, tapi Pak Lah bisa bersikap tegas. Termasuk soal tindakan Amerika Serikat (AS). Ahmad Badawi, yang juga Menteri Keselamatan Dalam Negeri dan Menteri Keuangan Malaysia itu kelihatan lelah ketika menerima rombongan wartawan Indonesia peserta 'Malaysia International Visitors Programme', yang diselenggarakan Institute of Strategic and International Studies, Jumat (16/2/2007) yang lalu, di kantor Kementrian Keselamatan Dalam Negeri di kawasan Putrajaya, Malaysia. . Jadwal Pak Lah hari itu memang padat. Rombongan wartawan dari 12 media di Indonesia baru diterima Pak Lah pukul 11.40, terlambat 40 menit dari jadwal semua. Sebelumnya, Pak Lah menerima banyak tamu. Pak Lah, yang saat itu mengenakan pakaian adat Melayu berwarna merah marun, menjawab semua pertanyaan dengan jelas dan tegas, tanpa meninggalkan tutur katanya yang halus dan nyaris tanpa emosi meluap. Di sela wawancara yang berjalan akrab, beberapa kali Pak Lah batuk karena tersedak. Berikut wawancara oleh sejumlah wartawan Indonesia, termasuk Arifin Asydhad dari detikcom: Apa target ekonomi yang ingin Pak Lah capai sampai selesai masa pemerintahan pertama sampai 2009?Kami mempunyai program jangka panjang. Kami punya benchmark tingkat pertumbuhan setahun 6 persen sampai tahun 2020. Untuk itu investasi luar dan dalam negeri perlu ditingkatkan. Sektor baru diperhebatkan, misalnya sektor servis, pertanian, dan industri pelancongan (pariwisata). Kami akan terus meningkatkan daya saing.Tahun lalu usaha Malaysia untuk membuka free trade area dengan AS tidak berhasil. Ini akibat sikap kritis Malaysia terhadap AS dalam politik luar negeri?Kami mengembangkan hubungan luar negeri yang dinamis dan responsif terhadap isu-isu di luar negeri. Hubungan kita dengan negara-negara lain adalah sama jauh dalam jarak, berkawan dengan semua. Tapi ada prinsip yang merupakan tempat kami berdiri, misalnya terhadap tindakan mengacau, ceroboh, intervensif. Maka kami akan menunjukkan sikap tak suka pada tindakan itu. Terhadap sikap Irak menyerang Kuwait, kami langsung menyatakan tak setuju. Kami bikin pernyataan dan menyokong tindakan terhadap Irak, termasuk yang dilakukan oleh Amerika dan negara Eropa yang lain.Tapi bila Irak sudah keluar dari Kuwait, lalu Irak diserang Amerika, kami tentang habis-habisan. Itu prinsip kami, walaupun kami harus keluar dari kesepakatan apa pun. Bukan maksud kami bergaduh dengan Amerika atau yang lain, tapi ini prinsip kami.Bagaimana penyelesaian masalah Palestina?Setelah Hamas memenangkan pemilu secara demokratis, mereka membangun negeri termasuk rekonsiliasi dengan Fatah. Mereka harus saling terikat dan membantu, karena begitulah pesan dalam Quran. Mereka harus satu suara. Malaysia melalui Organisasi Konferensi Islam (OKI) menganjurkan ini (PM Malaysia sekarang ini menjabat Presiden OKI, red.). Bekas PM Mahathir mengatakan Januari lalu bahwa Presiden Bush dan PM Inggris Tony Blair adalah penjahat perang yang harus diadili dalam kasus Irak. Apakah Pak Lah setuju dengan pendapat ini?Saya tak mau comment terhadap apa yang dikatakan Pak Mahathir (Badawi memberi keterangan, namun minta tidak disiarkan, off the record).Bagaimana sebenarnya hubungan Pak Lah dengan Datuk Mahathir? Apakah Pak Lah menjenguk Datuk Mahathir yang pekan lalu dirawat di rumah sakit?Saya pergi (menjenguk). Jumat yang lalu saya bertemu di masjid, kami bersalaman, bukan berkelahi. Dan saya tidak bergaduh. Tapi Pak Mahathir dengan pandangannya begitulah caranya, terus saja begitu dengan semuanya (tertawa lebar). Saya tetap konsentrasi dengan pekerjaaan saya. Ekonomi terus dibangun, defisit anggaran dikurangi, inflasi juga dapat dikurangi dan tak sampai 4 persen. Pasar modal kami berjalan baik. Depresi akibat harga minyak yang naik bisa diatasi. Jadi Pak Lah tidak sependapat dengan suara sebagian pejabat yang berpendapat lebih baik Datuk Mahathir dikeluarkan dari UMNO (partai terbesar pemenang pemilu, partainya Badawi dan Mahathir)? Saya tidak satu pendapat dengan itu.Datuk Mahathir pernah mengatakan bahwa keluarga Pak Lah mendapatkan fasilitas dalam bisnisnya. Bagaimana sebenarnya kabar ini?Tidak betul itu. Saya tak mau cakap soal ini. Kalau anak saya dapat proyek dari Petronas, itu berasal dari tender yang terbuka. Sebesar 80 persen bisnis anak saya berada di luar negeri. Bagi dia kedudukan saya sebagai perdana menteri bukan memberikan advantage, tapi malah dis-anvantage. Dia lebih suka berniaga di luar. Tidak ada favour yang dia dapat dari kedudukan saya. Never. Nobody giving him advantage because he is my son. Malaysia mempunyai politik untuk memperkuat ekonomi bumiputera. Apa saja perlakuan khusus (affirmative action) yang dilakukan pada kaum bumiputera?Ini memang sejak dulu dilakukan. Saya menggunakan pendekatan pengembangan industri pertanian. Sebab pertanian cukup familiar dengan orang kita. Kami bantu meningkatkan kualitas dan kuantitas pertanian. Saya juga membangun industri halal food. Kami juga mempunyai paket untuk membantu 10 ribu pengusaha pertanian. Kami membantu mereka dengan cara ini.Kabarnya Malaysia dengan menyusun undang-undang yang akan memperbaiki tenaga kerja, termasuk tenaga kerja Indonesia. Seperti apa aturan baru itu nanti?Kami ingin memastikan tenaga kerja Indonesia yang datang ke Malaysia mempunyai izin. Yang jadi masalah, banyak yang datang tanpa izin. Mereka ini berada dalam ketakutan, paspor disimpan majikan, mungkin juga dieksploitasi secara tak adil. Berharap senang, malah dapat penderitaan. Tidak bisa keadaan ini dibiarkan terus berlaku.Ada dua nama teroris asal Malaysia yang terus menjadi pekerjaan bagi polisi Indonesia. Noordin M Top malah belum tertangkap. Adakah bantuan Kerajaan Malaysia atas kesulitan polisi Indonesia?Kami ada kerja sama (dengan Indonesia) dalam bidang keamanan. Tentu bentuk-bentuk kerjasama secara detil tak bisa saya jelaskan.Bagaimana hubungan Malaysia-Indonesia dalam hal perdagangan kelapa sawit?Saya sudah sepakat dengan Presiden Yudhoyono dan para menteri Indonesia bahwa kita tak suka ada kekuatan yang mengatur harga kelapa sawit. Indonesia dan Malaysia menguasai 80 persen minyak kelapa sawit dunia, kami tidak ingin melakukan pengaturan harga. Pengaturan harga tidak baik dan menimbulkan masalah. Minyak kelapa sawit adalah komoditi strategis. Kami harus memastikan bahwa kami menghadapi keadaan secara bersama. Kalau harga meningkat, kita sama-sama untung. Kalau harga tertekan, kita sama-sama menghadapi kesusahan. Yang penting kami bersama-sama memahami keadaan pasar ini. Sampai sekarang belum ada kesepakatan soal pengamanan Selat Malaka? Kelihatannya sulit mencari kesepakatan (antara RI-Malaysia-Singapura) dalam soal ini?Mufakatlah. Harus ada mufakat. Sampai sekarang masih ada pertemuan-pertemuan konsultasi. Di level pemerintahan sudah tidak ada masalah. Tapi di level operasional masih ada sedikit masalah.Bagaimana peran dua negara besar Islam, Malaysia dan Indonesia, dalam dunia Islam mendatang ini?Yang pertama, perlu ada ukhuwah (persatuan) yang sebenarnya baik di dalam negara maupun antar negara. Problem besar yang nyata sebenarnya adalah masalah ekonomi. Maka kita harus mengurangi kemiskinan. Kita mewujudkan World Islamic Forum dan halal industry yang juga melibatkan beberapa negara Islam. Di dalam Organisasi Konferensi Islam (OIC) Malaysia menganjurkan pengembangan ekonomi dan bukan selalu gaduh. Dalam Islam kemiskinan perlu dibasmi karena kemiskinan itu dekat dengan kekufuran. Kalau kita terlalu miskin maka kita bisa tak percaya lagi Allah itu rahman dan rahim (pemurah dan penyayang). Selama ini negara Islam lemah dalam kapasitas. Tak ada kapasitas dalam ekonomi. Tak ada barang yang cukup untuk diperdagangkan. Maka capacity building harus ditingkatkan. Dan pembangunan kapasitas ekonomi memakan waktu yang lama. Mulai sekarang pembangunan kapasitas itu harus dilakukan perlahan-lahan. Tak apalah nanti pemimpin lain yang melanjutkan.
(asy/asy)











































