Yusril dan Ruki Lelucon 2007
Minggu, 18 Feb 2007 14:10 WIB
Jakarta - Perseteruan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra dengan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki merupakan lelucon baru di tahun 2007. Seharusnya mereka sama-sama mengupayakan penegakan hukum dan bukan saling menjegal."Ini lelucon terbaru. Presiden harus turun tangan untuk memonitor penegakan hukum, jangan sampai saling mengancam. Karena proses hukum akan terganggu," kata Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar.Hal itu diampaikan dia usai acara ngaji bersama Gus Dur di kediaman Gus Dur, Jl Warung Silah, Ciganjur, Jakarta Selatan, Minggu (18/2/2007).Menurut Wakil Ketua DPR RI ini, kasus yang dihadapi Yusril maupun Ruki harus sama-sama dituntaskan, karena sudah menjadi konsumsi publik. "Secepatnya harus diungkap, kalau tidak berbahaya. Karena publik sudah tahu," tambahnya.Pria yang akrab disapa Cak Imin ini berharap pemerintah lebih serius dalam menegakkan hukum di bidang korupsi. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan menuntaskan kasus yang melibatkan orang-orang di lingkungan kekuasaan tanpa pandang bulu."Yang terpenting sekarang menegakkan hukum, siapa pun harus diproses tanpa pandang bulu," tandasnya.
(nvt/nrl)











































