Gus Dur Nilai Impor Beras Hanya Untungkan Spekulan
Minggu, 18 Feb 2007 00:42 WIB
Jakarta -
Indonesia memang belum bisa maksimal memproduksi beras sehingga satu-satunya jalan harus impor. Namun cara ini hanya akan menguntungkan spekulan."Menteri ngomong stok beras banyak, tapi di gudang tidak ada. Terpaksa impor dan itu hanya akan mengenakkan spekulan saja," kata Gus Dur.Hal ini disampaikan Gus Dur usai Acara Halaqah Kebangsaan DPP PKB di Hotel Fiducia, Jl Raya pasar minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (17/2/2007).Gus Dur menjelaskan, selama ini pemerintah terbiasa berbohong kepada rakyat soal ketersediaan beras. "Nomor satu yang harus diciptakan saat ini adalah kepercayaan rakyat pada pemerintah," ujarnya. Berdasarkan perhitungan Faisal Basri, lanjut Gus Dur, pada 2007 Indonesia butuh 3 juta ton beras. Jika setiap 1 ton menguntungkan makelar 10 dollar AS maka keuntungan mencapai 30 juta dollar AS. "Kalau dikalikan dengan 3 juta ton dengan 10 dolar ada 30 juta dollar AS komisi yang dibayarkan kepada orang pemerintahan," terang Gus Dur.Baiknya bagaimana, apa (impor) harus ditolak? "La iya, yah terserah," jawab Gus Dur.
(mly/mly)










































