Warga Perbatasan Keluhkan Minimnya Bantuan Banjir
Sabtu, 17 Feb 2007 15:07 WIB
Bekasi - Berbeda dengan beberapa daerah korban banjir di Jakarta yang banyak mendapat kiriman bantuan. Warga Kampung Sungai Bambu Desa Segara Makmur, Bekasi, Jawa Barat, malah merasa tak mendapat perhatian dari pemerintah perihal bantuan banjir. "Mungkin karena ini wilayah perbatasan jadi nggak ada yang ngurusin, pemerintah Jakarta nyuekin, Jawa Barat juga nggak mau ngurusin," keluh Lurah Desa Segara Makmur Bekasi Jawa Barat, Amran, Sabtu (17/2/2007).Di desa ini, lanjut Amran, terdapat 3.370 kepala keluarga (KK) yang mayoritas penduduknya berekonomi lemah dan bekerja sebagai buruh tani dan tambak."Sejak hujan Kamis pekan lalu, Jumatnya sudah banjir sampai sepinggang. Sampai hari ini sebagian wilayah masih sedengkul, itu gara-gara kiriman dari bogor dan ada tanggul Banjir Kanal Timur, lagipula jalan air ke laut masih jauh" jelasnya.Hingga saat ini, Ia mengungkapkan, untungnya belum ada korban jiwa di wilayahnya akibat banjir. Paling satu dua orang yang terserang diare dan muntaber.Kembali Amran mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah terhadap warganya yang tertimpa musibah banjir, sehingga selama ini desa tersebut hanya mendapat bantuan dari pihak ketiga bukan dari tangan pemerintah."Masa DKI bisa mendapat bantuan Rp 1 miliar, Jabar nggak bisa. Masalahnya, kalau DKI begitu banjir kering, aktivitas kembali normal, sedangkan Jawa Barat perlu 1-2 bulan untuk kembali normal," tandasnya.
(ash/sss)











































