Depkes: Status KLB Diare Urusan Dinkes DKI Jakarta

Depkes: Status KLB Diare Urusan Dinkes DKI Jakarta

- detikNews
Sabtu, 17 Feb 2007 14:20 WIB
Jakarta - Kasus diare yang mewabah pasca banjir di Jakarta, angkanya terus meningkat. Namun Depkes menyerahkan penetapan status kejadian luar biasa (KLB) kepada Dinkes DKI Jakarta.Demikian juga dengan kasus-kasus rujukan penderita diare ke rumah sakit swasta."Itu wewenang Dinkes. Dinkes yang lebih tahu kondisinya," kata Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes I Nyoman Kandun dalam laporan external review atau respons sektor kesehatan terhadap epidemi HIV/AIDS di Indonesia, di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (17/2/2007).Nyoman mengatakan, pihaknya sampai saat ini telah mengambil langkah-langkah penanggulangan pasca banjir, seperti penyediaan air bersih dan sanitasi lingkungan, terutama untuk sampah."Kekhawatiran pasca banjir kan sanitasi yang jelek dan air bersih yang kurang. Karena itu kita berikan layanan air bersih yang memadai. Kita juga berikan desinfektan untuk sampah dengan alat mist blower," tuturnya.Nyoman juga mengatakan, status diare sebetulnya tidak akan mewabah jika masyarakat tahu penanggulangannya. Untuk penderita diare ringan sebetulnya cukup diberikan oralit yang bisa dibuat sendiri di rumah, sehingga tidak perlu ke rumah sakit."Yang diberi hedidrasi dengan infus adalah penderita yang sudah tidak bisa minum atau dehidrasi berat. Kalau masyarakat bisa akses ke puskesmas tidak masalah, karena fasilitas kesehatan ada di mana-mana," ujar dia.Soal terbatasnya kapasitas daya tampung di RSUD, Nyoman berjanji untuk sementara akan diberikan tambahan velbed dan dibuka rumah sakit lapangan. Saat ini, Depkes baru membangun satu RS lapangan di Parkir Timur Senayan yang bekerjasama dengan Kostrad."Untuk RS lapangan lain, kita sesuaikan dengan permintaan. kalau ada (permintaan) baru akan dibangun," katanya.Dia juga menyampaikan, pasca banjir, jumlah penderita diare di Jakarta dan Tangerang mencapai 811 orang. Sedangkan DBD tercatat 131 orang. (umi/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads