Bot Akan Pimpin Clingendael

Laporan dari Den Haag

Bot Akan Pimpin Clingendael

- detikNews
Sabtu, 17 Feb 2007 14:17 WIB
Bot Akan Pimpin Clingendael
Den Haag - Setelah tidak lagi terpilih jadi Menlu, Bernard Rudolf Bot akan memimpin Lembaga Hubungan Internasional Clingendael. Demikian disampaikan Bot seusai rapat terakhir Kabinet Balkenende III, Jumat (16/2/2007).Selain akan memimpin Clingendael, 'Si Belande Anak Betawi' ini juga diangkat menjadi Ketua Yayasan Carnegie, yang menangani administrasi Vredespaleis (Istana Perdamaian) di Den Haag, yang menjadi markas Mahkamah Internasional PBB.Bot, diplomat kawakan kelahiran Batavia (Jakarta), 21/11/1937, tidak terpilih kembali dalam Kabinet Balkenende IV. Ia tersingkir oleh Maxime Verhagen, sekondan utama JP Balkenende dalam partai Kristen Demokrat (CDA). Verhagen, yang cukup berperan dalam kemenangan partai, memang menginginkan posisi Menlu yang telah dicita-citakannya sejak kecil.Sebelum diketahui bahwa Verhagen akan menjadi Menlu, Bot semula masih yakin dirinya akan terpilih kembali untuk satu periode ke depan dan dia masih mau. Sebagai diplomat, curriculum vitae Bot diwarnai prestasi menonjol. Di samping berhasil mendobrak tabu dan membawa elan baru dalam hubungan bilateral dengan Indonesia, Bot secara spektakuler juga berhasil membebaskan dokter warga negaranya, Arjan Erkel, yang telah ditawan pejuang Chechnya lebih dari setahun (2004). Terbaru adalah keberhasilan Bot mengembalikan dua anak hasil perkawinan campuran yang dibawa ayah mereka ke Syria, untuk diserahkan ke ibunya di Belanda (2006).Menyelesaikan S1 di Fakultas Hukum Universitas Leiden, Bot selanjutnya meraih derajat Master of Laws (LLM) di Harvard Law School (Cambridge, Massachusetts, AS). Derajat doktornya ia raih di Universitas Leiden dengan predikat cum laude.Menurut biografi di Parlement & Politiek, ketika Bot datang ke Belanda dari Indonesia seusai Perang Dunia (PD) II, ia belum sempat mengenyam sekolah karena ikut menjadi tawanan Jepang bersama orangtuanya. Kakeknya, Lourens Bot (seorang guru dan kepala sekolah), lalu menggembleng Bot kecil. Karena kecerdasannya, Bot dibolehkan memulai sekolah dasarnya langsung di kelas 3. (es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads