Sawah Jadi Lapangan Golf, Pemerintah Sama Saja Bunuh Diri
Sabtu, 17 Feb 2007 13:50 WIB
Jakarta - Harga beras mahal. Impor beras terus ditambah jumlahnya. Akar permasalahannya: sawah jadi lapangan golf. Jadi, ini sama saja bunuh diri."Sebanyak 141 ribu hektar lahan pertanian berkurang setiap tahunnya. Tanah-tanah itu digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan, atau bahkan lapangan golf," cetus pengamat ekonomi pertanian Bustanul Arifin.Hal ini disampaikan dia usai acara diskusi bertajuk "Gonjang Ganjing Perberasan Nasional" di Time Break Cafe, Plaza Semanggi, Jakarta, Sabtu (17/2/2007).Padahal, lanjut dia, sudah ada larangan untuk menggunakan lahan subur untuk pembangunan. Jika tidak bisa ditanggulangi, target 2,1 juta ton beras atau identik dengan 3,7 ton gabah tidak akan terpenuhi untuk ini."This is a serious problem. Saya warning saja. Kalau hal seperti pengurangan lahan, koversi, dan pupuk itu tidak bisa ditangani, pemerintah sama saja bunuh diri," tukas Bustanul.Mengenai perberasan nasional, menurut dia, pemerintah tidak mampu mengantisipasi siklus seperti ini. Ada yang salah. Namun sebenarnya ini bisa diprediksikan sejak November 2006 hingga Januari 2007."Maka perencanaan stok dan operasionalisasi produksi beras harus lebih matang lagi. Kalau bisa Februari tahun depan tidak terjadi lagi," harap Bustanul.
(sss/ir)











































