Penggergajian Tower Dilakukan 5 Hari Sebelum Rubuh
Sabtu, 17 Feb 2007 00:36 WIB
Pekanbaru - Hasil investigasi pihak PLN Penyaluran dan Pusat Pengatur beban (P3B) Sumatera, mengindikasikan penggergajian tower sudah dilakukan lima hari sebelum tower itu rubuh. Diduga pelakunya cukup pengalaman. General Manger, P3B Sumatra, Kikid Sukantomo mengungkapkan hal itu dalam jumpa pers, Jumat (16/2/2007), pukul 20.30 di Kantor PLN Wilayah Riau, Jl Setiabudi, Pekanbaru. Dia menjelaskan, bahwa 4 tower yang rubuh pada Kamis (14/2/2007) di Desa sakai, Duri, terdiri dari tower nomor, 317, tower 318, tower 319, dan tower 320. Dari ke empat tower ini, hanya dua tower yang ditemukan bekas gergajian yakni tower 319 dan 320. "Stelah kita kelapangan, yang kita temukan bekas gergajian hanya dua tower. Nah,bekas gergajian itu, kami perkirakan sudah lebih lima hari. Artinya, penggergajian tiang tower sudah dilakukan lima hari lalu sebelum tower itu rubuh," kata Kikid. Indikasi gergajian dilakukan sudah lima hari sebelum tower rubuh, kata Kikid, karena dibekas gergajian sudah ditemukan titik berkarat. Sebab, jika gergajian itu dilakukan saat tower rubuh, tentulah tidak ada tanda berkaratnya. Sedangkan dua tower lainnya, 317 dan 318, lanjut Kikid, hanya temukan bekas pengerusakan baut. Disamping itu juga ditemukan pondasi kedua tower tersebut dilakukan pengerusakan. Yakni terlihat pondasi tower terbuat dari beton semen bekas dibogem dengan benda keras. Ini terlihat pondasi beton mengalami pecah-pecah. "Dua tower lainnya tidak ada gergajian. Hanya terlihat bekas pengerusakan," kata Kikid. Namun Kikid yakin, orang yang melakukan pengerusakan ini cukup pengalaman. Hal itu terlihat, dua tower tidak dilakukan gergajian namun bisa turut rubuh mengikuti tower lainnya. Karena yang dilakukan penggergajian di tower 319 sebagi tower yang posisinya segita tiga. "Posisi tower 319 posisinya merupakan segitiga yang menghubungkan ke tower 318 dan tower 320. Dengan rubuhnya tower 319 hal itu sangat memungkikan untuk menarik tower lainnya. Kami melihat kayaknya pelakukan cukup pengalamam," kata Kikid.
(cha/ary)











































