Pimpinan KPK Masih Membisu
Jumat, 16 Feb 2007 20:49 WIB
Jakarta - Pimpinan KPK memilih untuk membisu daripada menanggapi laporan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra. Pernyataan resmi KPK pun bahkan 'hanya' disampaikan stafnya."Saya sudah menarik-narik (pimpinan KPK) tadi. Tapi pada tidak mau. Nanti ada direktur yang memberikan keterangan," kata Humas KPK Johan Budi SP sebelum memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Jl Veteran III, Jakarta, Jumat (16/2/2007).Akhirnya konferensi pers itu pun hanya dihadiri Johan dan Direktur Pengaduan Masyarakat Handoyo Subagja. Sementara 5 pimpinan KPK, Taufiequrachman Ruki, Erry Ryana Hardjapamekas, Tumpak H Panggabean, Amien Sunaryadi, dan Sjahruddin Rasul tidak diketahui berada di mana.Namun, wartawan akhirnya berhasil mencegat Ruki sebelum meninggalkan Gedung KPK. Namun pensiunan Polri ini enggan mengomentari laporan Yusril tersebut. Berikut cuplikan wartawan.Pak soal laporan Yusril gimana?Saya ini posisinya terlapor. Kalau saya mengklarifikasi dikiranya pembantahan, karena posisi saya terlapor. Pimpinan juga terlapor. Saya tidak mungkin memberikan jawaban sendiri. Pimpinan KPK itu kan kolektif, makanya saya menyuruh staf untuk menerima laporan.Ini bukan mangkir atau takut?Tidak etis saya memberikan klarifikasi soal itu. Kita tunggu saja hasil kerja dari staf. Supaya objektif. Ruki yang mengenakan jaket biru dan kaos berkerah itu pun langsung memasuki mobil Toyota Crown warna hitam yang berplat nomor B 2072 BS.
(ary/ary)











































